Nahas, Nelayan Pamekasan Meninggal di Perairan Sumenep

0

Pamekasan (beritajatim.com) – Nasib nahas menimpa seorang nelayan berinisial MH (54) asal Desa Branta Pesisir, Kacamatan Tlanakan, Pamekasan, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja ketika melaut di sekitar perairan Pulau Gili Gilingan, Sumenep, Selasa (7/7/2026).

Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 7:00 WIB ketika Kapal Berkah Jawara dengan kapasitas 30 GT yang dinahkodai Subaidi bersama 11 orang Anak Buah Kapal (ABK) sedang melakukan penarikan jaring ikan. Saat itu MH bertugas menarik tali jaring di dekat mesin penarik, diduga tubuh korban tertarik tali yang dipegangnya hingga mengalami kesulitan bernafas.

Kejadian tersebut membuat ABK lainnya segera mematikan mesin dan berupaya melepas lilitan tali pada tubuh korban. Namun saat perjalanan menuju daratan, tepatnya di perairan Galis, Pamekasan, MH dinyatakan meninggal dunia.

“Awalnya kami menerima informasi dari masyarakat tentang peristiwa ini, dan akhirnya kami bersama Polsek Tlanakan, Satpolairud, TNI AL, Tim Inafis dan tim medis segera menuju Pelabuhan Branta Pesisir untuk melakukan penanganan,” kata Kapolres Pamekasan, AKBP Hendra Eko Triyulianto melalui Kasi Humas, IPDA Yoni Evan Pratama.

Kapal bersama jenazah korban bersandar di Pelabuhan Branta Pesisir, sekitar pukul 10:20 WIB, dan petugas gabungan langsung melakukan penanganan. “Saat tiba di Pelabuhan Branta Pesisir, petugas langsung mengevakuasi korban menggunakan ambulans Puskesmas Tlanakan menuju rumah duka untuk dilakukan pemeriksaan medis luar (visum et repertum) oleh tim medis dan Tim Inafis Satreskrim Polres Pamekasan,” ungkapnya.

“Dari hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya luka lecet pada lengan kanan korban yang diduga akibat gesekan tali tambang, dan pihak keluarga sudah menerima kejadian yang menimpa korban dengan membuat surat pernyataan resmi untuk tidak menuntut perkara ini lebih lanjut secara hukum,” imbuhnya.

Pasca dilakukan pemeriksaan termasuk musyawarah secara kekeluargaan, jenazah langsung dimandikan, disalatkan, dan dimakamkan di tempat pemakaman umum Dusun Mayang, Desa Branta Pesisir sekitar pukul 11.30 WIB.

Selain itu pihaknya juga mengimbau masyarakat khususnya para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan kerja saat melaut. “Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat nelayan agar selalu berhati-hati, memeriksa kelaikan alat pengaman, serta memperhatikan faktor cuaca sebelum berangkat mencari nafkah di laut demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. [pin/but]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.