Nyadran Jatirejo: Ketika Doa untuk Leluhur Menyulam Kembali Ikatan Warga di Tengah Arus Zaman

0

Ringkasan Berita:

  • Ratusan warga Desa Jatirejo, Rejoso, menggelar tradisi nyadran di area pemakaman desa sebagai bentuk doa untuk leluhur dan bersih desa, diikuti warga perantauan yang pulang kampung.
  • Nyadran dihadiri Camat Rejoso, Kades Jatirejo, TNI-Polri, serta tokoh agama. Kegiatan ini menegaskan nilai religius, sosial, budaya, dan kebersamaan masyarakat.
  • Tokoh agama menekankan nyadran sebagai sarana memperkuat iman, persaudaraan, dan pelestarian budaya, yang dilanjutkan rangkaian hiburan tayub dan pengajian akbar.

Nganjuk (beritajatim.com) – Pagi itu, Jumat (3/7/2026), halaman pemakaman Desa Jatirejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Ngajuk, tampak lebih hidup dari biasanya. Ratusan warga datang berduyun-duyun, membawa niat yang sama: menundukkan kepala, mengirim doa, dan kembali menyambung ingatan pada para leluhur yang telah lebih dulu berpulang.

Tradisi nyadran—yang telah mengakar sebagai bagian dari budaya bersih desa—kembali digelar dengan khidmat. Tidak hanya warga yang tinggal di kampung halaman, tetapi juga mereka yang merantau jauh, sengaja pulang untuk satu hal sederhana namun bermakna dalam: mendoakan orang tua, kakek-nenek, dan para pendahulu yang menjadi fondasi kehidupan mereka hari ini.

Di antara nisan-nisan yang sunyi, lantunan doa dipimpin oleh tokoh agama setempat, mengalir pelan namun terasa hangat, seolah menjahit kembali hubungan antara yang hidup dan yang telah tiada.

Hadir dalam kesempatan itu Camat Rejoso, Kepala Desa Jatirejo Supandi, serta jajaran Kapolsek dan Danramil Rejoso bersama para tokoh masyarakat dan tokoh agama. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi penanda bahwa tradisi ini tetap menjadi ruang bersama yang dijaga lintas elemen.

Bagi Kiai Imam Hartoyo, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Rejoso, nyadran bukan sekadar ritual tahunan. Di dalamnya, ada napas kebersamaan dan rasa syukur yang dalam kepada Allah SWT. Lebih dari itu, ia menyebutnya sebagai upaya nyata ‘nguri-uri kabudayan’—merawat warisan luhur yang ditinggalkan para leluhur.

“Tradisi ini memiliki makna mendalam. Selain untuk mendoakan arwah leluhur, juga menjadi sarana membangun nilai religius, sosial, budaya, dan pendidikan karakter,” ujarnya.

Di tengah derasnya perubahan zaman, nyadran tetap menyimpan pesan yang tidak lekang: tentang kepedulian, penghormatan kepada pendahulu, serta pentingnya persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa kualitas sebuah desa tidak semata diukur dari pembangunan fisik, tetapi dari akhlak warganya. Desa yang rukun, saling menghormati, dan mengamalkan nilai agama dalam keseharian, diyakini akan tumbuh menjadi desa yang damai dan penuh keberkahan.

Foto BeritaJatim.com
Warga Desa Jatirejo mengikuti tradisi nyadran

“Orang yang baik adalah yang mampu memberi manfaat bagi sesama, menjaga hubungan dengan Allah dan manusia, serta tidak melupakan jasa para pendahulu,” tegasnya.

Di sisi lain, Sumaji, warga Jatirejo, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Menurutnya, nyadran adalah ruang yang mempertemukan kembali warga dalam satu rasa: gotong royong dan persaudaraan.

“Tradisi ini memperkuat kebersamaan. Kami berharap tetap dilestarikan agar generasi muda tidak kehilangan akar budayanya,” tuturnya.

Kehadiran unsur pemerintah kecamatan, TNI-Polri, serta para tokoh agama dan masyarakat, menjadi simbol bahwa tradisi ini masih berdiri kokoh di tengah perubahan zaman. Ia bukan sekadar seremonial, melainkan identitas yang dijaga bersama.

Rangkaian nyadran di Jatirejo tak berhenti pada doa pagi itu. Pada malam harinya akan digelar seni hiburan langen bekso tayub, sementara pengajian akbar bersama Gus Ilham Yahya serta lantunan shalawat dijadwalkan berlangsung Minggu (12/7/2026) malam.

Di Desa Jatirejo, nyadran bukan hanya tentang masa lalu. Ia adalah jembatan yang terus menghubungkan doa, budaya, dan harapan—agar kehidupan tetap berjalan dengan akar yang tidak tercerabut dari nilai-nilai leluhur. [suf]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.