PANDAWA BPJS Kesehatan Permudah Layanan JKN, Pelajar SMK Ajak Masyarakat Manfaatkan WhatsApp
Ringkasan Berita
- Pelajar SMK memanfaatkan layanan PANDAWA BPJS Kesehatan melalui WhatsApp.
- Layanan digital memudahkan akses informasi dan administrasi Program JKN.
- Fitur pengecekan status kepesertaan menjadi salah satu layanan yang paling sering digunakan.
- Pengguna berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan layanan digital BPJS Kesehatan.
Kediri (beritajatim.com) – Layanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) milik BPJS Kesehatan dinilai mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tanpa harus datang ke kantor cabang. Kemudahan tersebut dirasakan langsung oleh Hibatul Wafi (17) atau yang akrab disapa Fifi, seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Sebagai bagian dari generasi yang akrab dengan teknologi digital, Fifi memilih memanfaatkan layanan non tatap muka BPJS Kesehatan untuk memperoleh informasi kepesertaan maupun layanan administrasi JKN.
Menurutnya, kehadiran PANDAWA memberikan solusi praktis karena berbagai layanan dapat diakses hanya melalui aplikasi WhatsApp.
“Menurut saya layanan PANDAWA ini benar-benar inovasi yang sangat luar biasa. Hanya dengan chat WhatsApp ke nomor 08118165165, kita bisa mengakses layanan BPJS Kesehatan yang ada di kantor cabang tanpa perlu ke sana,” jelasnya, Rabu (24/6/2026).
Fifi mengaku salah satu fitur yang paling sering dimanfaatkannya adalah pengecekan status kepesertaan JKN. Dengan mengetahui status kepesertaan secara berkala, ia merasa lebih tenang ketika sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Penting bagi kita untuk mengetahui apakah status kepesertaan masih aktif atau tidak. Jika kepesertaan aktif, kita merasa lebih tenang karena ketika membutuhkan untuk berobat, kartu JKN bisa langsung digunakan,” katanya.
Selain itu, Fifi juga memanfaatkan fitur Info JKN untuk memperoleh informasi mengenai ketentuan kepesertaan, layanan, hingga berbagai pembaruan program yang disediakan BPJS Kesehatan.
Menurutnya, kemudahan memperoleh informasi secara digital membantu peserta memahami hak dan kewajiban dalam Program JKN tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan.
Pengalaman tersebut mendorong Fifi untuk mengenalkan PANDAWA kepada teman-teman maupun warga di lingkungan tempat tinggalnya. Ia kerap membantu menjelaskan cara mengakses layanan bagi masyarakat yang belum terbiasa menggunakan kanal digital.
“Beberapa teman dan tetangga sering bertanya kepada saya bagaimana cara menggunakan PANDAWA. Saya kemudian membantu menjelaskan cara mengaksesnya agar mereka bisa mencari informasi yang dibutuhkan secara mandiri. Jadi, mereka tidak perlu lagi datang ke kantor BPJS Kesehatan hanya untuk mendapatkan informasi atau layanan tertentu,” tuturnya.
Menurut Fifi, pemanfaatan layanan digital seperti PANDAWA tidak hanya mempermudah akses layanan kesehatan, tetapi juga menghemat waktu karena berbagai kebutuhan administrasi dapat dilakukan secara daring.
Ia berharap semakin banyak peserta JKN memanfaatkan layanan tersebut agar proses memperoleh informasi maupun pelayanan administrasi menjadi lebih cepat dan efisien.
“Saya sendiri sudah merasakan manfaat dari kanal layanan ini. Karena itu, saya berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan PANDAWA. Selain fiturnya yang lengkap, aksesnya juga sangat mudah sehingga dapat membantu peserta JKN memperoleh layanan dan informasi dengan lebih cepat dan praktis,” tutup Fifi. [nm/but]
Link informasi : Sumber