Partilibur Caravan 2026 Sukses Bikin Gebrakan, Konser Musik dan Wahana BNS Berpadu di Kota Batu

0

Batu (beritajatim.com) – Partilibur Caravan 2026 sukses menjadi yang pertama di Indonesia usai menggabungkan konser musik lintas genre dengan arena wahana permainan di Batu Night Spectacular (BNS), Kota Batu. Event yang digelar pekan lalu itu mampu menyedot pecinta musik dari sejumlah daerah untuk datang ke Kota Batu.

Digelar selama 2 hari sejak Sabtu, 1 Agustus hingga Minggu, 2 Agustus 2026, festival musik ini mengambil konsep panggung konser dengan arena wahana permainan, mengusung tema caravan bernuansa sirkus yang berpadu dengan suasana theme park.

Festival Director Partilibur, Gahtan Thoriq, menjelaskan bahwa pemaduan tema caravan, sirkus, dan theme park dimaksudkan untuk menghadirkan pengalaman yang tidak bisa didapatkan penonton di konser pada umumnya yang hanya berlangsung di lapangan terbuka.

“Kalau biasanya orang menonton konser di lapangan, di sini pengunjung bisa menikmati pertunjukan di berbagai ruang yang unik dan mungkin sebelumnya tidak pernah terpikirkan bisa dijadikan lokasi konser,” kata Gahtan, Sabtu (8/8/2026).

Partilibur selama ini akrab dengan Lumajang yang menjadi cikal bakal festival ini pertama kali tumbuh dan berkembang. Minimnya ruang untuk mengekspresikan festival di Lumajang membuat mereka hijrah ke Kota Batu.

“Kami memang tumbuh dari Lumajang, dan di sana ruang untuk mengekspresikan festival masih sangat terbatas. Setelah Partilibur edisi keempat, kami memutuskan untuk hadir di Batu. Namun, bukan berarti kami meninggalkan Lumajang. Kami tetap akan menghadirkan berbagai aktivasi dan konsep-konsep berskala kecil agar hubungan dengan Lumajang tetap terjaga,” ujar Gahtan.

Ke depan, Partilibur juga membuka peluang untuk menyambangi berbagai kota lain di Jawa Timur. Meski belum menetapkan lokasi penyelenggaraan berikutnya, pihak penyelenggara menegaskan bahwa ekspansi festival akan menyesuaikan kondisi dan situasi yang berkembang.

Berbeda dengan festival musik pada umumnya yang identik dengan skala produksi yang terus membesar setiap tahun, Partilibur justru memilih pendekatan yang lebih fleksibel dan tidak terpaku pada pakem tertentu.

“Setiap tahun konser biasanya dituntut untuk lebih besar, menghadirkan band yang lebih besar, dan sebagainya. Di Partilibur, kami tidak ingin mengikuti pola itu. Kami ingin memiliki ciri khas sendiri, yaitu menghadirkan festival di tempat-tempat yang unik, di ruang-ruang yang mungkin belum pernah terpikirkan sebelumnya,” kata Gahtan.

“Kami ingin orang datang bukan hanya karena line-up, tetapi juga karena penasaran dengan apa yang akan dikerjakan oleh Partilibur setiap tahunnya,” imbuhnya.

Kurasi 105 Penampil dan Gerakan Kolektif Jawa Timur

Partilibur Caravan 2026 diramaikan oleh 105 penampil yang dipilih melalui proses kurasi selektif, mencakup musisi hasil submission maupun musisi dari dalam dan luar Jawa Timur.

Sekitar 40 persen di antaranya merupakan musisi lokal Jawa Timur. Pemilihan tersebut didasarkan pada keinginan untuk menghadirkan penampilan yang segar, termasuk band-band yang belum pernah atau sudah lama tidak tampil di Jawa Timur.

Gahtan menyebut Partilibur sebagai gerakan kolektif yang melibatkan banyak pelaku industri kreatif asal Jawa Timur, termasuk tim produksi dari berbagai daerah di provinsi tersebut.

“Partilibur merupakan gerakan kolektif dari teman-teman di Jawa Timur. Banyak tim produksi yang terlibat berasal dari Jawa Timur dan kami juga memberi ruang bagi band-band lokal untuk tampil,” kata Gahtan.

Gahtan berharap Partilibur mampu memperkuat ekosistem festival sekaligus mengangkat potensi musisi lokal agar semakin dikenal masyarakat luas. Penyelenggara juga berharap festival ini dapat menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan ekosistem musik lokal dengan musisi dan pelaku industri dari ibu kota.

“Kami ingin ekosistem musik di Jawa Timur semakin terkoneksi dengan teman-teman dari Jakarta dan daerah lainnya. Harapannya, koneksi ini dapat membuka peluang kolaborasi sekaligus memperkuat perkembangan ekosistem musik lokal,” kata Gahtan.

Kota Batu Berpotensi Jadi Destinasi Festival di Indonesia

Gahtan menilai Kota Batu memiliki potensi besar sebagai destinasi festival karena telah dikenal sebagai kota wisata, dan konsep Partilibur dinilai selaras dengan karakter Kota Batu sebagai tempat berlibur sekaligus menikmati hiburan.

“Malang menjadi salah satu kota dengan festival terbanyak dalam enam bulan terakhir. Sementara Batu memiliki banyak destinasi wisata, tetapi belum banyak festival yang digelar di sini. Harapannya Partilibur bisa menjadi pemantik bagi promotor lain untuk menghadirkan berbagai festival di Kota Batu, tidak hanya festival musik, tetapi juga festival kuliner maupun kegiatan kreatif lainnya,” ujar Gahtan.

Gahtan juga mengapresiasi dukungan yang diberikan Pemerintah Kota Batu terhadap penyelenggaraan festival, mulai dari proses perizinan hingga antusiasme berbagai pihak yang turut membeli tiket acara.

“Dukungan Pemerintah Kota Batu sangat baik. Mulai dari proses perizinan berjalan lancar, hingga banyak pihak dari pemerintah yang ikut membeli tiket. Semua berjalan dengan baik,” kata Gahtan.

Sementara itu, Wali Kota Batu, Nurochman, mengapresiasi konsep yang dihadirkan penyelenggara dengan memadukan konser musik nasional dan lokal bersama sensasi wahana malam yang selama ini menjadi ikon BNS.

Bagi Nurochman, konsep tersebut menghadirkan identitas visual dan artistik yang kuat sehingga mampu memberikan pengalaman yang berkesan bagi para pengunjung.

“Melihat antusiasme masyarakat malam ini, saya optimis Kota Batu mampu menjadi tuan rumah berbagai festival musik berskala besar. Semoga semangat ini terus tumbuh dan membuka lebih banyak ruang bagi pelaku seni, UMKM, serta sektor pariwisata untuk berkembang bersama,” kata Nurochman.

Nurochman menilai kolaborasi ini menjadi momentum besar yang belum pernah terjadi sebelumnya di Kota Batu. Sinergi antara penyelenggara, pemerintah daerah, pelaku ekonomi kreatif, dan sektor pariwisata diharapkan mampu melahirkan lebih banyak festival berkualitas yang menggerakkan UMKM, meningkatkan kunjungan wisatawan, sekaligus memperkuat ekosistem event kreatif yang menjadi salah satu daya tarik baru Kota Batu. (luc/kun)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.