Pasar Legi Blitar Disulap Jadi Pusat Kreatif, Mas Ibin Sentil Sistem Sirkulasi Udara
Ringkasan Berita:
- Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin menyoroti belum adanya pengadaan exhauster dalam perencanaan awal revitalisasi lantai 2 Pasar Legi.
- Lantai 2 Pasar Legi dirancang menjadi pusat kegiatan publik, mulai dari tenant kuliner, area olahraga, hingga konser musik dan pameran seni.
- Penyempurnaan desain membuat proyek revitalisasi diproyeksikan berlanjut hingga 2027.
- Tahap awal revitalisasi menyerap anggaran Rp624 juta untuk membongkar 210 kios partisi dan menyiapkan hall terbuka multifungsi.
Blitar (beritajatim.com) – Pengerjaan proyek revitalisasi lantai 2 Pasar Legi Kota Blitar mendapatkan catatan kritis dari Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin. Pria yang akrab disapa Mas Ibin itu menyoroti perencanaan awal proyek yang dinilai masih menyisakan celah, khususnya terkait sistem sirkulasi udara.
Hal itu diungkapkan Ibin saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek untuk melihat progres pembangunan lantai 2 Pasar Legi. Dari hasil peninjauannya, Ibin menemukan satu poin krusial yang luput dari perencanaan awal, yakni ketiadaan pengadaan exhauster atau kipas penyedot udara untuk mendukung sirkulasi di lantai dua.
Padahal, lantai 2 Pasar Legi ini dirancang untuk bertransformasi menjadi pusat kegiatan publik yang dinamis, mulai dari tenant kuliner, area olahraga, hingga ruang penyelenggaraan konser musik dan pameran karya seni.
Tanpa adanya sistem sirkulasi udara yang memadai, Ibin mengingatkan potensi buruk berupa ruangan yang pengap dan ketidaknyamanan pengunjung akan kembali terulang. Kondisi tersebut justru dapat mencederai konsep modernisasi pasar yang tengah dibangun.
“Tanpa sirkulasi udara yang baik, potensi pengap dan tidak nyamannya ruangan akan terulang,” tegas Ibin di sela-sela peninjauannya.
Sebagai tindak lanjut dari temuan lapangan tersebut, Mas Ibin menginstruksikan agar penyempurnaan desain terus dilakukan secara komprehensif. Konsekuensinya, proyek revitalisasi ini tidak akan selesai dalam waktu singkat dan diproyeksikan masih akan berlanjut hingga tahun depan atau 2027.
Langkah ini diambil demi memastikan wajah baru lantai 2 Pasar Legi benar-benar siap menampung berbagai aktivitas kreatif secara optimal dan berkelanjutan tanpa mengorbankan kenyamanan publik.
Sebelumnya, tahap awal revitalisasi lantai 2 Pasar Legi telah menyerap anggaran sebesar Rp624 juta. Fokus pengerjaan pada tahap pertama tersebut meliputi pembongkaran 210 unit kios partisi di area tengah bangunan guna disulap menjadi hall terbuka yang lebih luas dan multifungsi. [owi/beq]
Link informasi : Sumber