Antrean Solar di Sejumlah SPBU Lumajang, Pertamina Percepat Penyaluran BBM

0

Lumajang (beritajatim.com) – Mengularnya antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, berdampak langsung terhadap pendapatan para sopir.

Seperti yang dialami Ahmad, seorang sopir truk pengangkut tebu asal Desa Bodang, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang.

Ahmad dan banyak sopir lain terpaksa harus antre berjam-jam untuk bisa mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis bio solar.

Diketahui, sudah sejak beberapa hari terakhir antrean panjang kendaraan truk selalu terjadi di sejumlah SPBU Lumajang.

“Kadang sudah antre lebih dari satu jam, tapi saking panjang antrean itu baru bagian truk yang masuk dan sampai pinggir halaman SPBU,” ucap Ahmad saat dijumpai di SPBU Sukodono, Selasa (20/10/2026).

Menurutnya, tidak jarang ia menemukan SPBU di Lumajang yang sudah kehabisan stok solar dan harus berganti tujuan tempat pengisian bahan bakar.

“Sudah beberapa hari ini antre trus, kadanf stok solarnya yang nggak ada. Ini sudah SPBU ketujuh yang saya datangi, jadi meskipun nunggu lama ya nggak apa-apa,” tambahnya.

Ahmad mengaku, keterlambatan mendapat bahan bakar solar membuat truk tidak bisa beroperasi sesuai jadwal dan menunda proses pengiriman hasil panen tebu.

“Ini biasanya sehari bisa kirim satu rit. Kalau bisa dapat solar sekitar pukul 12.00 WIB masih bisa ngirim. Tapi kalau antre ya tidak bisa ngirim tebu,” bebernya.

Ahmad mengatakan, dalam tiga hari terakhir, truk yang dikemudikannya hanya mampu melakukan satu kali pengiriman.

Padahal, dalam kondisi normal, seharusnya pengangkutan tebu dapat dilakukan rutin setiap hari dengan ongkos satu kali pengiriman sebesar Rp300 ribu.

“Karena kehilangan dua rit ya, atau dua hari nggak ngirim, pendapatan saya berkurang sekitar Rp600 ribu,” katanya.

Dampak keterlambatan pengiriman tersebut juga ikut dirasakan pemilik usaha. Nilai kerugian tersebut bahkan lebih besar dibandingkan pendapatan sopir yang hilang.

Setiap satu rit pengiriman tebu ke daerah Malang, biasanya nilai keuntungan yang didapatkan pemilik usaha seharusnya berkisar Rp6-7 juta.

“Nah, ketika pengiriman tertunda, tebu tidak segera masuk ke pabrik sehingga proses pembayaran kepada pemilik usaha ikut terhambat,” ungkapnya.

Pertamina Patra Niaga Percepat Penyaluran BBM di Lumajang 

Sementara itu PT Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM bagi masyarakat.

Sebagai badan usaha yang mendapat penugasan menyalurkan BBM subsidi dan kompensasi pemerintah, Pertamina Patra Niaga terus memastikan penyaluran Pertalite dan Biosolar berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Antrean kendaraan di sejumlah SPBU Kabupaten Lumajang pada Senin, 19 Oktober 2026, dipengaruhi peningkatan konsumsi BBM, baik Pertalite maupun Biosolar.

Kenaikan permintaan Pertalite sejalan dengan meningkatnya aktivitas mobilisasi masyarakat, sedangkan Biosolar dipengaruhi aktivitas sektor pertanian, termasuk musim panen tebu.

Selain itu, peralihan sebagian konsumen dari Pertamax ke Pertalite serta Pertamina Dex ke Biosolar turut meningkatkan permintaan pada kedua produk tersebut.

Peningkatan penjualan Pertalite dan Biosolar di Kabupaten Lumajang tercatat sekitar 11–15% dibandingkan kondisi normal.

Di sisi lain, realisasi pengiriman BBM ke sejumlah SPBU dalam tujuh hari terakhir mengalami penyesuaian waktu untuk memenuhi rencana penyaluran yang menyebabkan penundaan ketibaan pengiriman BBM melalui Mobil tangki.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi dengan Integrated Terminal Surabaya untuk memprioritaskan dan mempercepat pengiriman BBM ke SPBU di Kabupaten Lumajang.

Koordinasi juga dilakukan dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang dan pihak terkait untuk mendukung kelancaran distribusi serta pengaturan lalu lintas di sekitar SPBU.

Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga juga mengoptimalkan armada Mobil Tangki melalui skema spot charter untuk memperkuat kapasitas distribusi dan mempercepat pemenuhan kebutuhan BBM masyarakat.

“Kami mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia agar penyaluran BBM ke SPBU dapat dipercepat dan kebutuhan konsumen segera terpenuhi,” tambah Ahad.

Pertamina Patra Niaga terus memantau kondisi stok dan penyaluran di lapangan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Masyarakat diimbau untuk menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying atau pembelian berlebihan karena dapat meningkatkan antrean dan tekanan permintaan di SPBU.

Apabila masyarakat membutuhkan informasi atau ingin menyampaikan pengaduan terkait layanan dan ketersediaan BBM, dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135. (has/rea/ted)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.