PDI Perjuangan Pamekasan Gelar Lomba Mewarnai, Libatkan Anak dari 13 Kecamatan dan Puluhan UMKM

0

Pamekasan (beritajatim.com) – DPC PDI Perjuangan Pamekasan, menggelar lomba mewarnai khusus anak-anak dari 13 kecamatan berbeda di Pamekasan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Aspirasi Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Pamekasan. Digelar tidak hanya menjadi wadah bagi anak-anak untuk menyalurkan kreativitas, tetapi juga melibatkan orang tua peserta dan puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.

Keterlibatan berbagai unsur masyarakat tersebut membuat kegiatan memiliki sejumlah dimensi, mulai dari pengembangan kreativitas anak, interaksi sosial, pemberdayaan pelaku usaha lokal, hingga pengenalan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda.

“Kegiatan positif yang melibatkan anak-anak ini perlu terus didorong sebagai upaya memberikan ruang bagi mereka untuk tumbuh melalui aktivitas kreatif, edukatif dan menyenangkan,” kata Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Jatim XI Madura dari Fraksi PDI Perjuangan, Hj Ansari.

Menurutnya, lomba mewarnai tidak sekedar berkaitan dengan kemampuan anak memilih dan memadukan warna. “Kami yakin aktivitas ini dapat menjadi sarana untuk menuangkan imajinasi, melatih ketelitian, serta membangun keberanian dan kepercayaan diri melalui karya yang dihasilkan,” ungkapnya.

Sementara Ketua DPC PDI Perjuangan Pamekasan, Taufadi menyampaikan pengenalan demokrasi bagi generasi muda dapat dilakukan melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan dan dunia anak.

“Kegiatan mewarnai ini juga menjadi bagian dari bagaimana kita mengenalkan sistem demokrasi sejak dini. Kita ingin membentuk generasi yang sadar demokrasi dan memahami pentingnya partisipasi aktif dalam masyarakat,” kata Taufadi.

Ia menilai pendidikan demokrasi tidak selalu harus disampaikan melalui pembelajaran formal di sekolah. Sejumlah nilai dasar demokrasi, seperti menghargai perbedaan, menaati aturan, menerima hasil, dan berani berpartisipasi justru dapat diperkenalkan melalui aktivitas yang menyenangkan.

Dalam lomba tersebut, anak-anak diberi kesempatan untuk menuangkan kreativitas melalui karya masing-masing. Peserta dari berbagai kecamatan tampak fokus menyelesaikan gambar dengan pilihan warna dan gaya yang berbeda.

“Perbedaan hasil karya ini menjadi bagian dari proses anak belajar mengekspresikan gagasan, bahkan mereka juga mendapatkan pengalaman berinteraksi dengan peserta lain dalam suasana kompetisi yang tetap menekankan kebersamaan,” jelasnya.

Dalam perspektif pendidikan anak, kegiatan semacam itu dapat menjadi ruang untuk melatih kreativitas sekaligus membangun kepercayaan diri. Anak tidak hanya menghasilkan sebuah karya, tetapi juga belajar mengikuti aturan perlombaan dan menerima proses maupun hasil kegiatan.

Salah satu orang tua peserta, Desi yang turut mendampingi anaknya yang bersekolah di Sekolah Alam Excelentia menilai kegiatan seperti lomba mewarnai memberikan pengalaman positif bagi anak karena mereka dapat berkreasi sekaligus bertemu dengan peserta lain di luar lingkungan sekolah.

“Kami yakin pengalaman mengikuti kegiatan bersama anak-anak dari lingkungan yang berbeda juga dapat memperluas interaksi sosial anak. Terlebih selain melibatkan peserta didik dan orang tua, kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi puluhan pelaku UMKM lokal untuk berpartisipasi, kami sangat mengapresiasi,” ungkapnya.

Kehadiran pelaku UMKM menjadi salah satu sisi lain dari kegiatan tersebut. Para pelaku usaha dapat berinteraksi secara langsung dengan masyarakat yang hadir, sehingga kegiatan tidak hanya berpusat pada perlombaan, tetapi juga menciptakan ruang pertemuan antara masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Keterlibatan UMKM juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem kegiatan masyarakat dengan memberikan kesempatan kepada usaha lokal untuk memperkenalkan produk sekaligus membangun jejaring dengan masyarakat.

Dari sisi pendidikan, lomba mewarnai yang digelar DPC PDI Perjuangan Pamekasan tersebut dapat menjadi ruang bagi anak untuk berkreasi, melatih ketelitian, dan membangun kepercayaan diri. Dari sisi sosial, kegiatan tersebut bisa mempertemukan anak-anak, orang tua, pelaku UMKM, serta masyarakat dalam satu ruang interaksi.

Sementara dari sisi pendidikan demokrasi, anak dikenalkan pada nilai partisipasi, kepatuhan terhadap aturan, keberagaman pilihan, sikap menghargai karya orang lain, serta menerima hasil sebuah proses.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus digelar dengan menghadirkan ruang yang positif, kreatif, dan terbuka bagi masyarakat, sekaligus memberikan kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk ikut mengambil bagian dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan,” pungkas Desi. [pin/but]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.