Pemkab Jombang Percepat Program 1 Dusun 1 Wirausaha Baru, 3.630 Calon Pengusaha Diberdayakan

0

Ringkasan Berita:

  • Pemkab Jombang mempercepat Program 1 Dusun 1 Wirausaha Baru (WUB) TA 2026 yang menyasar 302 desa dan 1.210 dusun dengan melibatkan 3.630 calon wirausahawan lokal.
  • Program WUB Jombang dikembangkan melalui empat klaster potensi daerah, yaitu pertanian, perikanan, usaha mikro, dan peternakan, disertai pelatihan serta pendampingan teknis.
  • Pemkab Jombang menggandeng PT Indomarco Prismatama (Indomaret) untuk memperkuat daya saing UMKM melalui kurasi produk, pelatihan kualitas, legalitas, dan akses pasar modern.

Jombang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang terus mempercepat pelaksanaan Program 1 Dusun 1 Wirausaha Baru (WUB) Tahun Anggaran 2026 sebagai upaya menciptakan pelaku usaha baru sekaligus memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal.

Program yang menjangkau 302 desa dan 1.210 dusun tersebut telah melibatkan sebanyak 3.630 calon wirausahawan baru yang mendapatkan pelatihan serta pendampingan pengembangan usaha.

Upaya penguatan wirausaha baru tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkab Jombang dalam meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) daerah. Hal itu disampaikan dalam agenda “Sinergi Kemitraan dan Kurasi Produk UMKM Mandiri serta Wirausaha Baru (WUB)” yang digelar di Pendopo Kabupaten Jombang pada Rabu (23/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Pemkab Jombang dengan PT Indomarco Prismatama (Indomaret) serta didukung Bank Jatim Cabang Jombang.

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Jombang Warsubi, Wakil Bupati Salmanudin, Sekdakab Jombang Agus Purnomo, jajaran kepala perangkat daerah terkait, pimpinan PT Indomarco Prismatama, serta para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM).

Dalam sambutannya, Bupati Jombang Warsubi menegaskan bahwa penguatan UMKM dan pengembangan wirausaha baru menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, Kabupaten Jombang memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan daerah. Potensi tersebut meliputi sektor olahan makanan dan minuman, kerajinan, fashion, hingga produk pertanian yang memiliki peluang untuk dipasarkan lebih luas.

“Untuk meningkatkan daya saing, UMKM Jombang perlu terus diperkuat dari sisi kualitas, legalitas, kemasan, hingga akses pasar. Melalui kemitraan dengan PT Indomarco Prismatama ini, kurasi produk dilakukan secara objektif agar dapat menembus pasar modern, jaringan distribusi, hingga pasar nasional,” tegas Bupati Warsubi.

Bupati menyampaikan bahwa peningkatan kualitas produk menjadi salah satu faktor penting agar UMKM lokal mampu bersaing. Selain kemampuan produksi, pelaku usaha juga perlu memperhatikan aspek legalitas, standar kemasan, serta strategi pemasaran agar produk memiliki nilai tambah.

Melalui Program 1 Dusun 1 WUB Tahun Anggaran 2026, Pemkab Jombang melakukan pemetaan potensi usaha berdasarkan karakteristik wilayah masing-masing. Program tersebut menyasar empat klaster utama yang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat desa.

Adapun klaster tersebut terdiri dari sektor pertanian sebanyak 382 dusun, perikanan sebanyak 335 dusun, usaha mikro sebanyak 277 dusun, dan peternakan sebanyak 216 dusun.

Program tersebut telah melibatkan 3.630 penerima manfaat dengan komposisi tiga calon wirausahawan dari setiap dusun. Para peserta mendapatkan pelatihan keterampilan sebagai bekal untuk memulai maupun mengembangkan usaha sesuai potensi yang tersedia di wilayahnya.

Hingga saat ini, sebanyak 1.020 dusun telah menyelesaikan pelatihan keterampilan. Pelatihan tersebut menjadi bagian dari tahapan penguatan kapasitas masyarakat agar mampu mengelola usaha secara lebih mandiri dan berkelanjutan.

Selain peningkatan kemampuan sumber daya manusia, Pemkab Jombang juga memberikan dukungan melalui penyediaan sarana dan prasarana usaha. Salah satunya melalui Bantuan Keuangan (BK) Desa yang telah terealisasi di 398 dusun atau sekitar 32,9 persen.

Pendampingan teknis terhadap para calon wirausahawan baru juga terus dilakukan oleh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Di antaranya Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan.

Pendampingan tersebut diarahkan agar usaha yang dikembangkan masyarakat sesuai dengan potensi lokal, memiliki tata kelola yang baik, serta mampu menghasilkan produk yang memenuhi kebutuhan pasar.

Dalam kesempatan yang sama, Branch Manager PT Indomarco Prismatama Cabang Jombang, Sugeng Riyadi, menyampaikan apresiasi terhadap langkah Pemkab Jombang dalam memperkuat sektor UMKM dan menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat.

Menurutnya, kemitraan antara ritel modern dan pelaku UMKM menjadi salah satu upaya untuk membantu produk lokal mendapatkan akses pasar yang lebih luas.

“Kami hadir bukan hanya sebagai ritel modern, tetapi sebagai mitra. PT Indomarco Prismatama memberikan pelatihan standar kualitas, kemasan, hingga perizinan P-IRT dan sertifikasi halal. Produk yang lolos kurasi tidak hanya dijual di gerai Jombang, tapi berpeluang tersebar ke seluruh wilayah Jawa Timur,” ujar Sugeng.

Sugeng menambahkan, saat ini terdapat tujuh produk UMKM lokal Jombang yang telah berhasil masuk dan dipasarkan melalui gerai-gerai Indomaret. Produk tersebut menjadi contoh bahwa pelaku usaha daerah memiliki peluang untuk berkembang apabila mampu memenuhi standar kualitas dan kebutuhan pasar.

Kemitraan antara Pemkab Jombang dengan PT Indomarco Prismatama diharapkan dapat terus berkembang sehingga semakin banyak produk lokal yang mampu menembus pasar modern. Melalui Program 1 Dusun 1 WUB, pemerintah daerah menargetkan semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan berwirausaha dan mampu menggerakkan ekonomi di tingkat desa.

Penguatan UMKM dan penciptaan wirausaha baru menjadi salah satu langkah strategis Pemkab Jombang dalam membangun ekonomi daerah yang berbasis pada potensi masyarakat serta memperluas kesempatan kerja bagi warga. [suf]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.