Peringati HUT RI, PWI Tuban Gelar Doa Bersama Berharap Indonesia Pulih

0

Tuban (beritajatim.com) – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tuban menggelar doa bersama dan tasyakuran sebagai bentuk harapan agar bangsa Indonesia semakin maju dan sejahtera.

Sebelum melakukan lomba-lomba sebagai ajang keseruan memperingati HUT RI dan doa bersama, salah satu pengurus juga membacakan puisi yang menggambarkan kondisi pemerintahan di Indonesia sekarang.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tuban, Suwandi mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar seremoni menyambut kemerdekaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memanjatkan doa bagi kondisi ekonomi nasional, keberlangsungan industri media, serta kesejahteraan insan pers.

“Harapan kami ekonomi Indonesia semakin mapan. Dulu ada pos anggaran untuk media, mudah-mudahan roda ekonomi kembali berjalan dengan baik sehingga tidak terputus,” ujar Suwandi. Selasa (04/08/2026).

Suwandi menjelaskan, saat ini industri media juga sedang menghadapi tantangan, bahkan sudah ada kejadian pemutusan hubungan kerja (PHK). Sehingga, melalui doa bersama ini ada solusi bagi persoalan negara maupun yang dihadapi wartawan atau jurnalis.

“Kami berharap ada sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Tuban, TNI, dan Polri semakin kuat. Sebab, hubungan yang harmonis antara pemerintah daerah, Kodim, dan Polres akan melahirkan kolaborasi yang positif bagi masyarakat,” terang Suwandi.

Ia juga mendorong agar keterbukaan informasi publik semakin ditingkatkan. Sebab, hingga kini masih terdapat sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang dinilai belum maksimal melibatkan media dalam penyebarluasan informasi kepada masyarakat.

“Masih ada OPD yang belum terbuka ketika memiliki kegiatan. Padahal peran wartawan sangat penting untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Mudah-mudahan doa bersama ini menjadi ikhtiar agar ke depan hubungan pemerintah dengan media semakin baik,” jelas dia.

Selain itu, Suwandi juga menyinggung persoalan isu “Londo Ireng”. Menurutnya, pers merupakan salah satu pilar demokrasi yang memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi secara objektif dan membangun, bukan malah mengkredilkan atau menyebutkan seorang wartawan sebagai mata-mata atau “Londo Ireng”.

“Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan yang telah hadir dalam doa bersama menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia. Insyaallah kegiatan seperti ini akan terus kita laksanakan sebagai bentuk kebersamaan dan ikhtiar memohon keberkahan bagi bangsa serta dunia jurnalistik,” pungkasnya. [dya/ian]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.