Rating Bolosego Mendadak Diserbu Bintang Satu Usai lsu Pungli Viral
Surabaya (beritajatim.com) — Usai viral cerita terkait dugaan pungutan liar (pungli) di kawasan Alun-alun Kidul Yogyakarta, akun Instagram pemilik usaha kuliner Bolosego, @dyahifardisa, mengungkap adanya serbuan ulasan bintang satu terhadap sejumlah gerai usahanya.
Informasi tersebut disampaikan melalui Instagram Story pada Minggu (20/9/2026). Dalam unggahannya, pemilik Bolosego menyebut ulasan dengan rating satu bintang muncul secara bersamaan di sejumlah restoran miliknya.
“Pagi ini akun kami di boom dengan review bintang 1. Terus bertambah dalam hitungan detik di semua resto Bolosego,” tulisnya.
Ia kemudian menyoroti pola ulasan yang masuk ke salah satu gerai Bolosego di Pakuwon. Menurutnya, sejumlah akun memberikan ulasan dengan pola yang dinilai serupa sehingga berdampak pada rating Google bisnis tersebut.
“Ulasan di toko kami di Pakuwon akunnya sama semua. Review Google jadi 2.3 dari 4.9,” imbuhnya.
Unggahan tersebut kemudian mendapat perhatian warganet. Sejumlah pengguna media sosial yang mengetahui adanya penurunan rating memberikan dukungan kepada Bolosego dengan meninggalkan ulasan positif.
Di tengah ramainya pembahasan tersebut, sejumlah pelaku UMKM juga mengaku merasakan keresahan serupa. Mereka mulai menyampaikan pengalaman dan pandangan melalui media sosial setelah isu tersebut menjadi perhatian publik.
“Akhirnyaaa mulai pada berani speak up. Pak wawali, saya mendengar saran panjenengan ‘jangan langsung diviralkan’. Izin pak, saya sudah bikin konten sejak 2016. Dan saya tetep ga tau rumusnya apa biar viral,” tulisnya.
Ia kemudian mengaku tidak menyangka konten yang dibuat berdasarkan pengalaman dan keresahan justru mendapat perhatian luas.
“Meneketehe kalau konten curhat saya jadi viral. Tapi hari ini saya tau, viral itu ketika RELATE DENGAN MASYARAKAT YANG SELAMA INI DIAM SAJA,” lanjutnya.
Fenomena tersebut membuat persoalan dugaan pungli di kawasan Alun-alun Kidul tidak hanya menjadi pembicaraan mengenai kejadian di lokasi. Percakapan di media sosial turut melebar ke pengalaman pelaku usaha, ulasan bisnis digital, hingga respons masyarakat terhadap persoalan yang mereka anggap berkaitan dengan kepentingan publik. (fyi/aje)
Link informasi : Sumber