Sambut 265 Manajer KDMP Pasuruan, Disperindag Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Desa
Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyampaikan apresiasi serta sambutan hangat kepada para manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang telah mengantongi surat tugas resmi dari PT Agrinas pusat sejak 1 Oktober 2026. Langkah responsif ini diwujudkan Pemkab Pasuruan tanpa menunggu para manajer menghadap, mengingat sebanyak 265 orang manajer telah resmi ditempatkan di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Guna menjaga kelancaran tugas di lapangan, Disperindag memanggil 26 perwakilan yang terdiri dari koordinator wilayah Pasuruan, 24 koordinator kecamatan, serta 5 wilayah pendamping. Agenda penyambutan dan pembekalan wawasan ini digelar bersama jajaran Forkopimcam Sukorejo sebelum dilanjutkan dengan peninjauan lapangan di gerai KDMP Wonokerto, Kecamatan Sukorejo.
“Alhamdulillah adik-adik kita semangat luar biasa untuk mengabdikan diri di KDMP Kabupaten Pasuruan. Kita ajak dan beri wawasan agar mereka memahami tugas, karakteristik wilayah, serta unit usaha koperasi sehingga mampu membangun kolaborasi dan menyejahterakan ekonomi masyarakat sekitar,” kata Kepala Diskoperindag Kabupaten Pasuruan, Taufikul Ghoni, Jumat (23/10/2026).
Ghoni menerangkan bahwa pergerakan unit usaha di KDMP Wonokerto terbukti berjalan riil dan transparan saat ditinjau langsung dari buku pembukuan. Gerai ritel sembako dan kebutuhan rumah tangga setempat mampu mencatatkan omset hingga Rp260 juta per bulan, ditambah pendapatan arena permainan anak berbasis koin.
Selain sektor ritel, peluang bisnis pertanian turut digarap secara presisi melalui penyediaan pupuk dan obat-obatan tanaman dengan omset rata-rata Rp1 juta hingga Rp2 juta per hari atau sekitar Rp27 juta per bulan. KDMP Wonokerto juga mengelola perkebunan mangga buket alpukat gadung seluas 2,5 hektar dengan sistem sewa lahan Rp15 juta per tahun.
“Hasil panen mangga yang dikelola Pak Pur dan Bu Siti menghasilkan Rp2,4 juta sampai Rp2,7 juta per hari, atau sekitar Rp64 juta dalam 25 hari kerja. Ini membuktikan program KDMP yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto betul-betul bisa berjalan baik jika dikelola dengan jujur, inovatif, dan didukung penuh oleh pemerintah daerah,” jelasnya.
Ghoni memaparkan bahwa terkait proses verifikasi dan validasi (verval), Sekda Kabupaten Pasuruan telah menerbitkan SK tim guna memastikan kelayakan bangunan, perizinan, hingga SDM di 175 lokasi KDMP yang masuk kuota SIM KOPDES. Bagi lokasi KDMP yang belum masuk kuota 175 tersebut, pendampingan kolaboratif terus dilakukan agar seluruhnya dapat bertahap menuju status layak operasional.
Mengenai status kepegawaian, seluruh manajer KDMP berstatus tenaga kerja resmi dengan kontrak Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang dikeluarkan oleh PT Agrinas. Evaluasi kinerja tahunan akan menentukan perpanjangan masa kerja dengan skema gaji di atas UMR Kabupaten Pasuruan, yakni diperkirakan menembus angka Rp5 juta per bulan.
“Status mereka adalah kontrak PKWT di bawah PT Agrinas dan gajinya diturunkan bulan depan. Selama bekerja dengan baik pasti diperpanjang setiap tahun, dan jika melihat pasaran UMR Pasuruan sebesar Rp4 juta sekian, maka gajinya di atas Rp5 juta,” katanya.
Ghoni menegaskan bahwa integrasi antara unit ritel, sarana pertanian, hingga potensi perkebunan lokal merupakan manifestasi ekosistem ekonomi yang diinginkan pemerintah. Sinergi antara pengelola koperasi, masyarakat, dan pemkab diharapkan menjadi benteng ketahanan pangan serta penggerak utama ekonomi pedesaan.
Para manajer yang hadir menyambut positif pembekalan serta studi lapangan ke gerai model di Wonokerto tersebut. Kegiatan penyambutan ini dinilai memberikan gambaran taktis terkait pemetaan serta pengembangan potensi unggulan di desa penugasan masing-masing.
“Momen ini sangat dinanti-nantikan oleh teman-teman manajer karena bekal dari Dinas Koperasi dan Perdagangan sangat bermanfaat untuk operasional di lapangan. Manajer kini punya gambaran untuk mencontoh KDMP Wonokerto dalam menggali potensi desa sesuai karakteristik wilayah masing-masing,” kata Koordinator KDMP Kabupaten Pasuruan, Eggie Dear Asmara.
Eggie menambahkan bahwa seluruh manajer berkomitmen untuk langsung menerjunkan diri ke tengah masyarakat usai menerima pembekalan teknis. Pengelolaan usaha koperasi secara profesional diyakini mampu mendorong kesejahteraan warga desa di Kabupaten Pasuruan secara merata. (ada/aje)
Link informasi : Sumber