Sempat Hilang Kontak di Makkah, Jemaah Haji JKG 27 Muhammad Firdaus Ditemukan Wafat

0

RINGKASAN BERITA:

  • Jemaah haji Indonesia asal kloter JKG 27, Muhammad Firdaus Akhlan (73), ditemukan dalam kondisi wafat di Rumah Sakit Arab Saudi.
  • Identitas jenazah terkonfirmasi secara akurat setelah sang istri mendampingi Tim Linjam melakukan pengecekan fisik langsung di rumah sakit.
  • Kementerian Haji dan Umrah RI menjamin almarhum akan mendapatkan fasilitas badal haji gratis yang ditunaikan oleh petugas haji Indonesia.
  • Sinergi pencarian melibatkan Tim MCH, otoritas Kepolisian Arab Saudi, Linjam, serta konfirmasi laporan via aplikasi Kawal Haji.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengonfirmasi bahwa jemaah haji Indonesia asal kelompok terbang (kloter) JKG 27, Muhammad Firdaus Akhlan (73), yang sempat dilaporkan hilang kontak di Kota Makkah akhirnya telah ditemukan dalam kondisi wafat.

Kepastian ini diperoleh setelah tim gabungan bersama pihak otoritas Kerajaan Arab Saudi berhasil mengidentifikasi keberadaan jenazah almarhum di salah satu Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) di Makkah.

Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, titik terang penemuan jemaah sapu jagat asal rombongan 1 KBIH Imam Bonjol Embarkasi Jakarta-Pondok Gede ini didapatkan pada Jumat (22/5/2026) dini hari WAS.

Kabar duka ini sekaligus memutus spekulasi di ruang digital, memberikan kepastian hukum fikih bagi pihak keluarga di tanah air, serta rombongan jemaah haji reguler nasional yang saat ini sedang bersiap menyambut fase puncak Armuzna.

Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Moh. Hasan Affandi, menyampaikan rasa bela sungkawa yang mendalam dari seluruh jajaran kabinet atas ujian berat yang menimpa pihak keluarga.

“Berdasarkan laporan di lapangan dan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, Bapak Firdaus ditemukan dalam keadaan wafat,” jelas Hasan dalam konferensi pers resmi di Kantor Urusan Haji Daker Makkah, Jumat (22/5/2026).

Proses Identifikasi Bersama Sang Istri di RSAS

Penemuan almarhum bermula saat PPIH Arab Saudi menerima laporan resmi dari pihak RSAS mengenai keberadaan jenazah tanpa dokumen identitas maktab. Menindaklanjuti data sirkulasi tersebut, Tim Perlindungan Jemaah (Linjam) Daker Makkah bergerak cepat menjemput and mendampingi Nafsiah Nawan—istri almarhum yang ikut berhaji—menuju lokasi guna melakukan proses verifikasi visual secara langsung.

Berdasarkan pencocokan ciri fisik serta sisa atribut gelang besi haji yang melekat pada tubuh jenazah, Nafsiah mengonfirmasi secara akurat bahwa jemaah tersebut adalah suaminya yang tidak kembali ke hotel sejak Jumat, 15 Mei lalu karena keluar tanpa membawa kartu identitas.

Atas kerja sama taktis selama masa pencarian, pemerintah menyampaikan apresiasi tinggi kepada Tim Linjam, KJRI Jeddah, kepolisian lokal, serta seluruh rakyat Indonesia. “Semoga Allah melimpahkan rahmat dan ampunannya kepada almarhum dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan,” tutur Hasan.

Jaminan Proteksi Badal Haji Gratis dari Pemerintah

Sebagai wujud pelayanan positif and pelindungan mutlak bagi 203.320 kuota jemaah haji reguler Indonesia, Kemenhaj RI memastikan hak spiritual almarhum untuk menyandang status haji tetap terkawal.

Pemerintah menggaransi bahwa seluruh prosesi rukun haji almarhum akan digantikan secara penuh melalui skema amanah dinas. “Pemerintah akan membadalhajikan almarhum yang nantinya akan dilakukan oleh petugas haji Indonesia,” tegas Hasan. [ian/MCH]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.