Sempat Kena OTT KPK, Mantan Wali Kota Samanhudi Daftar Ketua KONI Blitar

0

Ringkasan Berita:

  • Mantan Wali Kota Blitar, M. Samanhudi Anwar, mengejutkan publik dengan mendaftar sebagai calon Ketua KONI Kota Blitar. Dorongan komunitas olahraga mendorong langkah ini untuk membenahi prestasi olahraga yang tertinggal.
  • Ia ingin mengevaluasi manajemen cabang olahraga dan mengembalikan kejayaan olahraga kota. Dukungan teman-teman dan komunitas olahraga menjadi alasan utama langkahnya.
  • Mantan Wali Kota dan atlet ini berkomitmen membenahi prestasi olahraga setempat, meski rekam jejak hukumnya masih melekat. Evaluasi menyeluruh menjadi strategi jangka pendeknya.

Blitar (beritajatim.com) –  Panggung olahraga Kota Blitar dipastikan bakal menghangat. Mantan Wali Kota Blitar, M. Samanhudi Anwar, secara mengejutkan “turun gunung” dan mendaftar sebagai calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar.

Langkah ini menandai kembalinya sosok yang akrab disapa Pak Ud tersebut ke ruang publik, setelah sebelumnya sempat menyita perhatian nasional akibat tersandung operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait suap proyek pembangunan gedung SMPN 3 Blitar serta keterlibatannya dalam kasus perampokan Rumah Dinas Wali Kota Blitar beberapa waktu lalu.

Saat dikonfirmasi mengenai motif di balik pencalonan dirinya, Samanhudi menegaskan bahwa keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Ia mengaku mendapatkan dorongan kuat dari komunitas olahraga dan rekan-rekan sejawatnya yang gelisah melihat arah prestasi olahraga di Kota Patria (julukan Kota Blitar) saat ini.

“Pertama, saya dapat dorongan dari teman-teman untuk mencalonkan. Dan saya prihatin melihat kondisi olahraga di Kota Blitar makin hari kok makin tertinggal, itu aja,” ungkap Samanhudi pada Senin (11/5/2026).

Sebagai putra daerah yang pernah memimpin Blitar, Samanhudi merasa terpanggil untuk membenahi ketertinggalan tersebut. Ia bahkan menggunakan istilah Jawa “cancut” yang berarti menyingsingkan lengan baju atau segera mengambil tindakan nyatauntuk menggambarkan tekadnya mengembalikan kejayaan olahraga Blitar ke masa keemasannya.

“Akhirnya kami cancut untuk gimana bisa (prestasi olahraga) Kota Blitar seperti zaman saya dulu,” imbuhnya.

Samanhudi mengklaim memiliki modal personal yang kuat untuk memimpin induk organisasi olahraga tersebut. Selain pernah menduduki jabatan struktural di pemerintahan, ia juga menegaskan latar belakang dirinya yang merupakan seorang mantan atlet.

Ketika ditanya mengenai program kerja jangka pendek untuk mendongkrak prestasi atlet Kota Blitar, Samanhudi menyatakan akan langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen dan performa cabang olahraga (cabor) yang ada di bawah naungan KONI.

“Ya semuanya untuk mengevaluasi. Kebetulan saya juga kan mantan atlet. Nanti akan saya. pertama kan harus evaluasi dulu, Mas,” pungkasnya secara diplomatis.

Kehadiran Samanhudi Anwar dalam bursa pemilihan Ketua KONI Kota Blitar ini diprediksi akan memicu dinamika dan diskusi hangat di kalangan pencinta olahraga maupun pengamat politik lokal.

Kendati bayang-bayang rekam jejak hukumnya masih melekat di ingatan publik, pengaruh ketokohan dan basis massa yang dimilikinya dinilai masih menjadi faktor yang diperhitungkan dalam bursa kepemimpinan olahraga di Kota Blitar. [owi/suf]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.