Siapkan Lahan 8 hektar, Pemkab Mojokerto Akan Bangun Sekolah Rakyat di Dawarblandong
Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto saat ini tengah menyiapkan lahan seluas 8 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Terpadu. Lahan seluas 8 hektare di Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong tersebut diperuntukkan mulai jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Ini lantaran Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 15 Kabupaten Mojokerto yang menempati Balai Diklat di Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, masih bersifat rintisan. Hal tersebut seperti yang disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Mojokerto, Teguh Gunarko, dalam acara Open House SRMP 15 Kabupaten Mojokerto.
“Pada tahun 2025 lalu, Pemerintah Kabupaten Mojokerto sudah menyiapkan lahan seluas 8 hektare di Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong. Jadi Sekolah Rakyat yang di Gedeg ini nantinya akan dipindahkan ke sana dan terintegrasi juga untuk menampung siswa SD dan SMA,” ungkapnya, Sabtu (20/6/2026).
Masih kata Sekdakab, pihaknya berharap pembangunan SR di Desa Banyulegi tersebut akan bisa terealisasi akhir tahun 2026 ini. Menurutnya, Pemkab Mojokerto juga masih menunggu perkembangan di daerah lain terkait hal tersebut. Menurutnya, anggaran pembangunan nantinya berasal dari pemerintah pusat.
“Anggaran dari pemerintah pusat, daerah hanya menyiapkan lahannya saja. Terima kasih kepada para siswa Sekolah Rakyat ini atas pencapaian dan perkembangan selama satu tahun ini. Setelah ini libur sekolah, para siswa bisa kembali ke orang tua masing-masing. Manfaatkan waktu liburan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SRMP 15 Kabupaten Mojokerto, Heri Susanto, mengatakan sebanyak 50 siswa angkatan pertama tinggal di asrama selama proses belajar mengajar. “Sekolah Rakyat ini sekolah berasrama sehingga mereka sekolah dan tinggal di asrama. Angkatan pertama ada 50 siswa jenjang SMP, terdiri atas 22 siswa dan 28 siswi,” jelasnya.
Menurutnya, sebanyak 50 siswa tersebut tinggal di asrama dan ada tata tertib yang harus ditaati. Seperti kunjungan orang tua yang nantinya akan diatur. Hal tersebut bertujuan untuk melatih kemandirian para siswa. Para siswa diizinkan pulang ke rumah mengunjungi orang tua saat libur sekolah. Sementara untuk libur hari Minggu, hanya diperbolehkan kunjungan.
“Untuk sistem pembelajarannya, dimulai pagi sekolah seperti biasa pukul 07.00 sampai pukul 15.00. Setelah sekolah ada jeda ishoma. Pukul 15.00 istirahat sampai pukul 16.00. Kemudian ada ekstrakurikuler sampai pukul 17.00, setelah itu istirahat dan bersih-bersih diri. Pukul 18.00 dimulai pendidikan karakter, pendidikan agama, dan pendidikan moral,” katanya.
Sekolah Rakyat, lanjutnya, mendidik anak tidak hanya dalam bidang akademik dan olahraga, tetapi juga dari sisi mental dan karakter. Seluruh fasilitas di SRMP 15 Kabupaten Mojokerto mendapat dukungan langsung dari 12 kementerian yang terlibat dalam program strategis Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu fasilitas unggulan adalah penggunaan smartboard di setiap kelas, menggantikan papan tulis konvensional. Selain itu, infrastruktur jaringan internal yang kuat tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Mojokerto.
“Fasilitas kami sangat lengkap, ada aula, tempat olahraga, ruang UKS lengkap dengan obat-obatan. Ini semua hasil dukungan dari Presiden Prabowo dan 12 kementerian yang dikoordinasi langsung oleh Kementerian Sosial. Seragam siswa pun berbeda dari sekolah umum sehingga diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga disiplin dan berkarakter,” jelasnya.
Sekadar diketahui, Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 15 Kabupaten Mojokerto sudah mulai beroperasi sejak Tahun Ajaran 2025/2026. SRMP 15 Kabupaten Mojokerto menempati Gedung Diklat milik Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Gedung tersebut terletak di Jalan Raya Desa Terusan, Kecamatan Gedeg. SRMP 15 Kabupaten Mojokerto memiliki fasilitas mulai dari asrama, ruang kelas, laboratorium, ruang pengasuh, aula, hingga musala. Pada angkatan pertama, terdapat dua rombongan belajar (rombel) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), masing-masing dengan 25 siswa. [tin/kun]
Link informasi : Sumber