SPPG Banjaran Kediri Genap Satu Tahun, Vinanda Tekankan Keamanan dan Kualitas MBG
Ringkasan Berita
- SPPG Banjaran Kota Kediri genap satu tahun menjalankan program Makan Bergizi Gratis.
- Vinanda Prameswati menekankan kualitas bahan makanan, higienitas, sanitasi, dan keamanan proses distribusi.
- SPPG Banjaran didorong terus berinovasi dengan variasi menu, termasuk sumber protein ikan.
- Satu tahun operasional menjadi momentum evaluasi dan peningkatan kualitas layanan MBG.
Kediri (beritajatim.com) — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banjaran Kota Kediri genap satu tahun menjalankan layanan Makan Bergizi Gratis (MBG). Momentum tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan komitmen untuk menghadirkan makanan yang aman, berkualitas, dan bermanfaat bagi penerima.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat menghadiri Harlah SPPG Banjaran ke-1, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Satu Tahun Bersinergi Terus Memberi Arti Pemberian Gizi”.
Vinanda mengatakan satu tahun perjalanan SPPG Banjaran menjadi proses yang tidak lepas dari tantangan, kerja keras, dan dedikasi para pihak yang terlibat.
“Selamat untuk SPPG Banjaran, tidak terasa usianya sudah satu tahun. Ini adalah sebuah perjalanan panjang, penuh tantangan, kerja keras, dan dedikasi. Tentu perjalanan selama satu tahun ini menjadi sebuah refleksi,” ujarnya.
Vinanda Tekankan Keamanan dan Kualitas MBG
Menurut Vinanda, program MBG memiliki peran dalam mendukung pemenuhan gizi anak usia sekolah. Asupan makanan yang baik diharapkan membantu anak tumbuh sehat dan mendukung tumbuh kembangnya.
Pemenuhan gizi juga berkaitan dengan kesiapan anak mengikuti pembelajaran di sekolah. Karena itu, kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat menjadi bagian penting dari pelaksanaan program.
Vinanda menekankan setidaknya tiga aspek yang perlu menjadi perhatian dalam penyediaan MBG, yakni kualitas bahan makanan, higienitas, dan sanitasi.

“Saya harap ini bisa menjadi perhatian kita bersama. MBG ini memiliki arti penting, di mana anak-anak kita ini dapat menjadi anak-anak yang sehat, cerdas, dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa Indonesia, khususnya Kota Kediri,” ungkapnya.
Menurutnya, pengawasan kualitas tidak hanya dilakukan pada bahan makanan. Kehigienisan perlu dijaga mulai dari proses memasak, penyajian, hingga makanan dikirim kepada penerima manfaat.
Sanitasi juga harus mengikuti standar yang telah ditentukan agar makanan yang diberikan kepada anak-anak tetap aman dikonsumsi.
Menu MBG Diminta Terus Berinovasi
Dalam kesempatan tersebut, Vinanda mengapresiasi SPPG Banjaran atas pelaksanaan program selama satu tahun. Ia menyebut adanya testimoni penerima manfaat yang menilai makanan yang disajikan memiliki cita rasa yang baik.
Hal tersebut diharapkan dapat dipertahankan sekaligus menjadi bagian dari evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan.
Vinanda juga mendorong adanya variasi menu agar pemenuhan gizi tidak monoton. Salah satu bahan pangan yang diminta untuk lebih banyak dimanfaatkan adalah ikan sebagai sumber protein.
“Saya titip pesan untuk menjadikan ikan sebagai salah satu variasi sumber protein dalam menu MBG. Sebab, ikan ini memiliki manfaat yang baik bagi tumbuh kembang anak,” pungkasnya.
Menu Nusantara Didorong Hadir di MBG
Pembina Yayasan Raudhatus Azhar Salam, Katino, mengatakan satu tahun perjalanan SPPG Banjaran bukan sekadar aktivitas penyediaan makanan setiap hari. Menurutnya, program tersebut juga merupakan bagian dari investasi pemenuhan gizi anak.
Karena itu, inovasi menu menjadi hal yang penting. Makanan yang diberikan diharapkan tidak hanya memenuhi aspek kesehatan, tetapi juga menarik bagi anak-anak.
Katino mendorong penggunaan menu Nusantara sebagai salah satu bentuk variasi makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.
“Saya sering komunikasi dengan Kepala SPPG di sini agar menyajikan menu nasional atau Nusantara kepada anak-anak. Satu tahun ini menjadi tonggak bagi kita semua untuk semakin berinovasi dan meningkatkan kualitas. Evaluasi-evaluasi juga penting untuk ke depannya,” imbuhnya.
Menurutnya, evaluasi berkala diperlukan agar penyelenggaraan MBG dapat terus berkembang, baik dari sisi menu maupun pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP).
Satu Tahun Jadi Momentum Evaluasi
Harlah SPPG Banjaran ke-1 menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan layanan MBG selama satu tahun. Penguatan kualitas bahan, keamanan pengolahan, higienitas, sanitasi, serta inovasi menu menjadi bagian penting dari evaluasi tersebut.
SPPG Banjaran juga didorong untuk mempertahankan hal-hal yang sudah berjalan baik sekaligus memperbaiki aspek yang masih membutuhkan peningkatan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, Ketua DPC Partai Gerindra sekaligus Pembina Yayasan Raudhatus Azhar Salam Katino, Ketua Yayasan Raudhatus Azhar Salam Akhmad Afandi, Kepala SPPG Banjaran Ameliana Puspita, Lurah Banjaran Rudi Winarko, serta sejumlah tamu undangan.
Memasuki tahun kedua, penguatan standar keamanan pangan dan variasi menu menjadi bagian penting agar program MBG tidak hanya berjalan secara rutin, tetapi juga mampu memberikan layanan pemenuhan gizi yang konsisten bagi anak-anak penerima manfaat. [nm/suf]
Link informasi : Sumber