Khofifah Gelar Pasar Murah ke-140 di Pulung, Harga Telur hingga Gula Lebih Terjangkau
Ponorogo (beritajatim.com) – Upaya menjaga daya beli masyarakat terus dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di tengah kebutuhan pokok yang menjadi pengeluaran utama rumah tangga. Salah satunya melalui pasar murah yang digelar secara bergiliran di berbagai daerah.
Kali ini, program tersebut menyasar warga Kecamatan Pulung, Ponorogo. Pasar murah digelar di depan Kantor Kecamatan Pulung dengan menawarkan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan kegiatan di Pulung menjadi pasar murah ke-140 yang digelar Pemprov Jatim sepanjang 2026. Sebelumnya, pelaksanaan pasar murah ke-139 berlangsung di Mojokerto. Rangkaian kegiatan tersebut terus digelar dengan berpindah lokasi agar manfaatnya tidak hanya dirasakan masyarakat di satu wilayah.
“Di Kecamatan Pulung Ponorogo ini merupakan pasar murah yang ke-140 di tahun 2026. Kemarin ke-139 kita melaksanakan di Mojokerto,” kata Khofifah, Sabtu (19/9/2026) sore.
Menurut Khofifah, pola pelaksanaan pasar murah yang berpindah-pindah menjadi bagian dari strategi pemerintah memperluas jangkauan program. Masyarakat di berbagai daerah diharapkan bisa mendapatkan akses langsung terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan. Pemerintah juga berupaya menjaga konsumsi masyarakat agar tetap berjalan ketika harga kebutuhan pokok mengalami tekanan.
“Pokoknya kita muter mendekatkan penjangkauan kepada konsumen. Harapannya daya beli masyarakat terjaga, juga melakukan penetrasi dari inflasi,” ungkapnya.
Khofifah menegaskan pasar murah yang digelar Pemprov Jatim bukan untuk menggantikan program yang telah dijalankan pemerintah kabupaten atau kota. Program tersebut justru ditempatkan sebagai pelengkap agar jangkauan intervensi pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat semakin luas. Dengan demikian, pasar murah dapat berjalan berlapis antara program pemerintah daerah dan Pemprov Jatim.
“Kita sebetulnya melakukan sebagai komplementaritas dari apa yang sudah dilakukan bupati atau walikota. Di daerah kan pada dasarnya ada program pasar murah. Tapi kita melakukan pelapisan,” katanya.
Menurut Khofifah, semakin banyak titik pasar murah digelar, semakin luas pula masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya. Akses terhadap bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau diharapkan dapat membantu rumah tangga mengatur pengeluaran. Pemerintah juga berharap daya beli masyarakat tetap terjaga melalui berbagai intervensi yang dilakukan. “Rasanya makin banyak yang tersapa. Maka daya beli masyarakat bisa kita jaga keterjangkauannya,” ucap Khofifah.
Dampak pasar murah tersebut turut dirasakan warga Pulung yang datang untuk membeli sejumlah kebutuhan rumah tangga. Salah satunya Sriyani yang mengaku senang karena bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih rendah. Dia memanfaatkan pasar murah tersebut untuk membeli beberapa kebutuhan yang biasa digunakan sehari-hari. “Ini pasar murah, ya senang karena bisa beli dengan harga yang murah. Sangat membantu lah,” kata Sriyani.
Sejumlah bahan pokok yang dibeli Sriyani antara lain tepung terigu, minyak goreng, telur, dan gula pasir. Dia menyebut harga yang ditawarkan dalam pasar murah tersebut lebih rendah dibandingkan harga yang biasa ditemuinya. Selisih harga itu menurutnya cukup membantu, terutama ketika beberapa kebutuhan harus dibeli sekaligus. Sriyani mengatakan selisih harga tersebut terasa ketika dibandingkan dengan harga yang biasa dibayarkan.
Untuk gula, perbedaannya sekitar Rp3.500. Sementara telur memiliki selisih sekitar Rp4.000 dan minyak goreng sekitar Rp3.000. “Telur Rp20 ribu per kemasan, terigu Rp10 ribu, minyak goreng Rp13 ribu, gula Rp14 ribu,” katanya.
Pelaksanaan pasar murah di Pulung menjadi bagian dari rangkaian intervensi Pemprov Jatim untuk mendekatkan kebutuhan pokok kepada masyarakat. Program tersebut sekaligus menunjukkan upaya pemerintah menjaga daya beli melalui akses harga yang lebih terjangkau. Dengan pelaksanaan yang terus berpindah lokasi, manfaat pasar murah diharapkan menjangkau lebih banyak konsumen di berbagai daerah. (end/kun)
Link informasi : Sumber