TPAK Kabupaten Mojokerto Naik Jadi 74,24 Persen, Setengah Angkatan Kerja Berpendidikan SMP ke Bawah
Mojokerto (Beritajatim.com) – Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Kabupaten Mojokerto terus menunjukkan tren peningkatan dalam lima tahun terakhir. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto mencatat, TPAK pada 2025 mencapai 74,24 persen, naik 0,30 poin persentase dibandingkan 2024 yang sebesar 73,94 persen.
Kepala BPS Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny menjelaskan, peningkatan TPAK menunjukkan semakin banyak penduduk usia kerja yang terlibat dalam aktivitas ekonomi, baik dengan bekerja, mencari pekerjaan, maupun mempersiapkan usaha. Pada 2021, TPAK Kabupaten Mojokerto tercatat 70,47 persen.
“Angka tersebut meningkat menjadi 71,34 persen pada 2022, kemudian naik menjadi 72,51 persen pada 2023 dan mencapai 74,24 persen pada 2025. Artinya, dari setiap 100 penduduk usia kerja di Kabupaten Mojokerto, sekitar 74 orang merupakan bagian dari angkatan kerja,” ungkapnya, Rabu (14/10/2026).
Selain tren peningkatan partisipasi kerja, data BPS juga menunjukkan tantangan dari sisi kualitas sumber daya manusia. Pada 2025, sebanyak 52,50 persen angkatan kerja Kabupaten Mojokerto atau lebih dari separuhnya memiliki pendidikan tertinggi SMP ke bawah.
Sementara itu, angkatan kerja dengan pendidikan tertinggi SMA sederajat mencapai 37,40 persen atau sebanyak 253.139 orang. Jumlah tersebut sedikit menurun dibandingkan 2024 yang tercatat sebanyak 256.731 orang. Adapun angkatan kerja lulusan perguruan tinggi baru mencapai 10,20 persen dari keseluruhan angkatan kerja.
“Tingkat pendidikan dan keterampilan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas angkatan kerja. Semakin baik pendidikan dan keterampilan yang dimiliki, semakin besar pula peluang seseorang untuk memperoleh pekerjaan yang layak dan pendapatan yang lebih baik,” katanya.
Karena itu, peningkatan partisipasi angkatan kerja perlu diimbangi dengan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar potensi tenaga kerja yang tersedia dapat terserap secara optimal. Pemerintah daerah juga telah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengakses pendidikan hingga jenjang SMA dan perguruan tinggi.
“Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas tenaga kerja sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto,” tegasnya. [tin/aje]
Link informasi : Sumber