Warga Kota Probolinggo Terpaksa Mandi Air Galon, Depo Isi Ulang Kebanjiran Order

0

Probolinggo (beritajatim.com) – Matinya aliran air Perumdam Bayuangga Kota Probolinggo selama beberapa hari terakhir membuat aktivitas warga terganggu. Kondisi ini justru membawa berkah bagi para pemilik depo air isi ulang yang mengalami lonjakan pesanan hingga dua kali lipat.

Salah satunya dirasakan Andik Kelinci(30), pemilik depo isi ulang di Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Ia mengaku permintaan air galon melonjak tajam sejak distribusi air PDAM tidak mengalir.

“Biasanya tidak sebanyak ini, sekarang sehari bisa sampai 200 galon lebih. Ada yang buat mandi, masak, sampai kebutuhan minum,” kata Andi, Minggu (10/5).

Menurutnya, harga air isi ulang dipatok Rp5 ribu per galon jika diambil langsung ke depo, sedangkan layanan antar dikenakan tarif Rp6 ribu per galon.

Andi mengatakan, dirinya harus bekerja ekstra untuk memenuhi permintaan pelanggan yang terus berdatangan dari berbagai wilayah di Kota Probolinggo, mulai dari Wiroborang hingga Mayangan Utara.

“Biasanya operasional sampai sore, sekarang pengiriman bisa sampai malam. Kemarin sampai jam 10 malam, bahkan saya antar ke rumah pelanggan sampai jam 1 dini hari,” ungkapnya.

Di sisi lain, warga mengaku semakin terbebani akibat matinya distribusi air bersih. Indri (30), warga Kelurahan Mayangan, mengatakan keluarganya terpaksa membeli belasan galon air setiap hari untuk kebutuhan mandi hingga mencuci.

“Jadi susah mau nyuci piring, masak, mandi juga susah. Satu hari bisa habis 12 galon. Kalau dihitung sudah Rp80 ribu sampai Rp90 ribu,” keluhnya.

Ia juga mengaku kecewa terhadap pelayanan Perumdam Bayuangga yang dinilai lamban menangani gangguan distribusi air bersih.

“Setiap kali ke kantor jawabannya perbaikan terus. Pelayanannya lama sekali, tapi warga yang jadi korban,” pungkasnya. (rap/but)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.