Zoomlion Resmikan Gedung Cabang Surabaya Seluas 7.000 Meter Persegi, Siap Kuasai Pasar Alat Berat Indonesia Timur

0

Ringkasan Berita

* Zoomlion Heavy Equipment Indonesia resmi mengoperasikan gedung cabang baru seluas lebih dari 7.000 meter persegi di Surabaya guna memperkuat jaringan distribusi logistik dan layanan purnajual di kawasan Indonesia timur.

* Berfungsi sebagai subdepo langsung dari Tiongkok untuk memangkas biaya distribusi dan mempercepat pengiriman, fasilitas ini menargetkan lonjakan pendapatan hingga Rp240 miliar pada tahun 2026 melalui penguatan suplai ke sektor konstruksi,

* infrastruktur, kemitraan rental, serta persiapan ekspansi strategis menuju sektor pertambangan besar dan lini produk kendaraan listrik (EV).

————————————————————————-

Surabaya (beritajatim.com) — Zoomlion Heavy Equipment Indonesia memperkuat ekspansi bisnisnya di Tanah Air dengan meresmikan gedung baru cabang Surabaya pada Kamis, 5 November 2026.

Fasilitas megah yang berdiri di atas lahan seluas lebih dari 7.000 meter persegi ini dirancang untuk mendongkrak jaringan operasional sekaligus mendekatkan layanan purnajual kepada pelanggan dari berbagai sektor industri di kawasan Indonesia bagian timur.

Acara peresmian yang mengusung slogan “Vision Creates Future” ini dihadiri langsung oleh jajaran manajemen puncak Zoomlion, meliputi General Manager Tinco Cao, Deputy General Manager Baron Li, Assistant General Manager Xihao Huang, serta Regional Manager Zoomlion Cabang Surabaya, Freddy Drajad Haryoko, bersama para mitra bisnis dan pelaku industri strategis.

Dalam pemaparannya, Freddy Drajad Haryoko mengungkapkan bahwa kehadiran fasilitas baru ini mengubah skema distribusi perusahaan secara signifikan. Jika sebelumnya proses impor langsung masuk melalui Jakarta, kini cabang Surabaya difungsikan sebagai subdepo utama yang mengimpor langsung dari Tiongkok.

“Kalau dulu dari Tiongkok masuk Jakarta, baru ke Surabaya lalu ke area timur, biaya distribusinya tinggi. Sekarang dengan adanya cabang Surabaya sebagai subdepo, proses impor langsung masuk ke Surabaya dan langsung menyebar mengover area timur termasuk Papua, Sulawesi, hingga Kalimantan, sehingga biaya distribusi lebih kecil dan pengiriman jauh lebih cepat,” ujar Freddy.

Transformasi logistik ini diyakini mampu mendongkrak performa penjualan secara masif. Jika pada tahun 2025 lalu membukukan pendapatan sekitar Rp160 miliar, pihak manajemen optimis angka tersebut melonjak hingga Rp 240 miliar pada penghujung 2026, dan menargetkan pencapaian Rp 200 miliar pada 2027 mendatang.

Foto BeritaJatim.com

Lonjakan kinerja ini didukung oleh catatan pengiriman unit yang impresif. Hingga Oktober 2026, total pengiriman mesin di wilayah Surabaya telah menembus lebih dari 100 unit, dengan proyeksi akhir tahun mencapai lebih dari 200 unit.

Di tengah tantangan regulasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sektor pertambangan besar yang mengalami penyesuaian, Zoomlion mengambil langkah taktis dengan menyasar sektor-sektor penunjang dan memperkuat kemitraan dengan penyedia jasa rental alat berat.

“Kami menyiasati ini untuk men-support customer-customer kecil seperti batching plant, ready mix, serta pebisnis rental. Contohnya seperti PT Pratama Sentosa, core bisnisnya rental, kita sudah kontrak hampir 80 unit ekskavator dan sudah berjalan delivery 50 unit,” jelas Freddy.

Ke depan, seiring proyeksi pemulihan pasar dan rencana perilisan regulasi RKAB pada 2027, Zoomlion siap melakukan ekspansi agresif ke sektor pertambangan besar seperti nikel, batu bara, timah, hingga tambang emas di Sumbawa. Menyongsong tren masa depan dan potensi kenaikan harga bahan bakar, perusahaan juga tengah menyiapkan pengembangan produk berbasis kendaraan listrik (electric vehicle/EV), mulai dari forklift, truck mixer, ekskavator, hingga mining dump truck berkapasitas 60 hingga 100 ton.

Untuk menjamin kepuasan pelanggan, operasional cabang Surabaya turut ditopang oleh jaringan perwakilan strategis di Semarang, Mataram (NTB), dan Denpasar (Bali). Jaringan ini dilengkapi dengan layanan purnajual komprehensif yang mencakup ketersediaan suku cadang (spare parts), dukungan teknis rekayasa (engineering), serta pemeliharaan unit (service) guna memastikan keandalan alat berat beroperasi secara optimal di lapangan.[rea]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.