34 Desa di Pacitan Ajukan Dropping Air, 24.263 Jiwa Terdampak Kekeringan
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 34 desa di delapan kecamatan di Kabupaten Pacitan telah mengajukan permohonan dropping air bersih kepada BPBD.
- BPBD Pacitan mencatat sekitar 24.263 jiwa membutuhkan layanan air bersih akibat menurunnya ketersediaan sumber air.
- Kecamatan Pringkuku menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena diperkirakan mengalami 82 hari tanpa hujan.
- BPBD meminta pemerintah desa segera melaporkan kondisi sumber air yang semakin menurun agar penanganan dapat dilakukan.
Pacitan (beritajatim.com) – Dampak musim kemarau mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Pacitan. Hingga Jumat (21/8/2026), sebanyak 34 desa yang tersebar di delapan kecamatan telah mengajukan permohonan dropping air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan.
Tercatat sebanyak 24.263 jiwa membutuhkan layanan air bersih akibat menurunnya ketersediaan sumber air.
Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Erwin Andriatmoko, mengatakan permohonan bantuan terus berdatangan seiring meluasnya wilayah yang mengalami kekeringan.
“Sampai saat ini yang sudah bersurat ke BPBD ada 34 desa yang tersebar di delapan kecamatan. Kalau kita hitung, kurang lebih ada 24.263 jiwa yang membutuhkan layanan air bersih,” ujarnya ditulis Jumat (21/8/2026)
Menurut Erwin, BPBD menyalurkan bantuan berdasarkan surat permohonan dari pemerintah desa yang kemudian diverifikasi dengan melihat kondisi di lapangan. Wilayah yang sumber airnya mulai mengering dan masyarakatnya paling membutuhkan menjadi prioritas penyaluran.
“Setiap ada surat permohonan dari desa, kami tindak lanjuti dengan melihat kondisi di lapangan. Kami prioritaskan wilayah yang sumber airnya sudah mulai sulit dan masyarakat benar-benar membutuhkan,” jelasnya.
BPBD juga mencatat panjangnya hari tanpa hujan menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya potensi krisis air bersih. Salah satu wilayah yang mendapat perhatian adalah Kecamatan Pringkuku yang diperkirakan mengalami 82 hari tanpa hujan.
“Kondisi ini menjadi perhatian karena semakin lama tidak turun hujan, potensi kekurangan air bersih juga semakin besar,” tambah Erwin.
BPBD mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air, khususnya di daerah yang debit sumber airnya mulai menurun. Pemerintah desa juga diminta segera melaporkan apabila kondisi kekeringan semakin parah agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
“Pemerintah desa kami minta segera melaporkan apabila kondisi sumber air semakin menurun, sehingga bisa segera kita lakukan penanganan,” pungkasnya. [tri/beq]
Link informasi : Sumber