370 Siswa Belajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi Jombang, Seluruh Kebutuhan Ditanggung Negara

0

Ringkasan Berita:

  • Sebanyak 370 siswa jenjang SD hingga SMA mengikuti pembelajaran melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT 1) Jombang yang berlokasi di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang.
  • Program ini menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu dan rentan putus sekolah dengan menyediakan fasilitas pendidikan, asrama, serta kebutuhan makan tiga kali sehari yang ditanggung pemerintah pusat.
  • Pemkab Jombang bersama Kementerian Sosial dan pilar sosial memperkuat pendampingan agar program Sekolah Rakyat tepat sasaran hingga menjangkau wilayah pelosok.

Jombang (beritajatim.com) – Sebanyak 370 siswa jenjang SD hingga SMA kini mengikuti kegiatan belajar melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT 1) Jombang yang berdiri permanen di Desa Tunggorono, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Program pendidikan ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan kelompok rentan putus sekolah.

Sekolah Rakyat Terintegrasi Jombang terus dipacu pengembangannya sebagai bagian dari arahan Pemerintah Pusat dalam memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui jaminan pendidikan dan pemenuhan fasilitas belajar yang memadai bagi peserta didik.

Penjangkauan siswa dilakukan secara khusus kepada anak-anak yang tinggal di wilayah pelosok desa hingga kawasan pinggiran hutan, terutama mereka yang menghadapi keterbatasan ekonomi sehingga berisiko tidak melanjutkan pendidikan.

Dalam agenda Peningkatan Kapasitas SDM PKH dan Sapa Pilar Sosial dengan Bupati Jombang yang berlangsung di Hotel Yusro Jombang, Selasa (22/9/2026), Bupati Warsubi menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang untuk terus mengawal pelaksanaan program strategis nasional tersebut.

Melalui sesi dialog interaktif “Sambung Roso bareng Abah Bupati Jombang” Warsubi membahas perjalanan pelaksanaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Jombang, mulai dari proses penjangkauan calon siswa hingga arah pengembangannya ke depan.

Menurut Warsubi, keberadaan Sekolah Rakyat menjadi peluang besar bagi masyarakat kurang mampu karena seluruh kebutuhan peserta didik selama mengikuti pendidikan mendapatkan dukungan penuh dari negara. Fasilitas tersebut mencakup sarana dan prasarana pembelajaran, tempat tinggal di asrama, hingga pemenuhan kebutuhan makan tiga kali sehari.

“Pendidikan adalah senjata paling mematikan di dunia, karena dengan pendidikan, Anda dapat mengubah dunia. Mari kita terus jaga komitmen untuk membuka akses pendidikan dan memberikan pendampingan terbaik bagi anak-anak Jombang,” tegas Warsubi, mengutip pesan Nelson Mandela.

Foto BeritaJatim.com
Peningkatan Kapasitas SDM PKH dan Sapa Pilar Sosial dengan Bupati Jombang yang berlangsung di Hotel Yusro Jombang, Selasa (22/9/2026)

Saat ini, sebanyak 270 siswa Sekolah Rakyat dari jenjang SD, SMP, hingga SMA telah mengikuti kegiatan belajar dan menempati fasilitas asrama di SR Permanen Jombang. Selain itu, terdapat 100 siswa yang mengikuti program SR rintisan.

Dengan jumlah tersebut, total sebanyak 370 siswa telah memperoleh layanan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat di Kabupaten Jombang. Seluruh fasilitas pembelajaran hingga kebutuhan harian peserta didik, termasuk makan tiga kali sehari, ditanggung penuh oleh pemerintah pusat.

Proses penerimaan peserta didik dilakukan melalui mekanisme verifikasi untuk memastikan program diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Pendataan dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah dan pilar sosial.

“Kesesuaian kriteria penerima manfaat dipastikan melalui verifikasi ketat berbasis pemeringkatan ekonomi terendah. Tim gabungan yang dipimpin Sekretaris Daerah Jombang bersama Dinas Sosial, para camat, hingga petugas pilar sosial (PKH, TKSK, Tagana) turun langsung menyisir calon siswa di kawasan pinggiran agar bantuan pendidikan dari Presiden Prabowo Subianto ini benar-benar tepat sasaran,” papar Bupati Jombang.

Dalam forum tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang Agung Hariadi menyampaikan paparan mengenai proses penjangkauan dan penanganan berbagai tantangan di lapangan melalui tema “Dari Lapangan, Menjadi Kebijakan”.

Sementara itu, Bupati Jombang Warsubi menekankan pentingnya pemenuhan hak pendidikan bagi seluruh anak melalui tema “Jombang untuk anak-anak: Tidak Boleh Ada yang Tertinggal”.

Ia menegaskan bahwa pendampingan sosial dan akses pendidikan yang merata menjadi bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia serta menyiapkan generasi masa depan Jombang.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Linjamsos Kemensos RI, Helmy dan Noefi Apriyaningrum memaparkan penguatan perlindungan sosial hingga tingkat desa melalui tema “Ketika Negara Hadir Sampai ke Pelosok”.

Kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM PKH dan Sapa Pilar Sosial dengan Bupati Jombang juga menjadi ruang untuk memperlihatkan perjalanan para siswa Sekolah Rakyat melalui pementasan fragmen “Mimpi yang Berani”.

Dalam penampilan tersebut, siswa SRT 1 Jombang membawakan pembacaan puisi yang menggambarkan perubahan kehidupan mereka setelah memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.

Selain memberikan perhatian terhadap pengembangan program pendidikan, Bupati Jombang Warsubi juga memberikan penghargaan kepada para SDM pilar sosial atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam mendampingi masyarakat.

Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Jombang, Kementerian Sosial, serta para pilar sosial, pelaksanaan Sekolah Rakyat Terintegrasi diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan target pembangunan Jombang Maju dan Sejahtera untuk Semua melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan perlindungan sosial di masyarakat. [suf]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.