461 CJH Madiun Diproses Paspor untuk Haji 2027, Kemenhaj Tegaskan Kuota Belum Final

0

Madiun (beritajatim.com) – Sebanyak 461 calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Madiun mulai diproses untuk pengurusan paspor sebagai persiapan menghadapi musim haji 2027. Namun, angka tersebut belum bisa disebut sebagai jumlah pasti jemaah yang akan diberangkatkan.

Kepala Kemenhaj Kabupaten Madiun Bisri Mustafa mengatakan, data 461 CJH tersebut masih dalam tahap verifikasi. Artinya, jumlah tersebut masih sangat mungkin berubah sebelum nantinya ditetapkan sebagai bagian dari kuota keberangkatan haji 2027.

Data tersebut disampaikan Bisri saat ditemui usai penyerahan simbolis paspor dari Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Madiun dalam kegiatan pelayanan paspor haji yang berlangsung di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Madiun, Kamis (24/9/2026). “Ini masih verifikasi. Jadi data 461 itu masih verifikasi lagi, nanti bisa jadi ada susulan lagi,” ujar Bisri.

Menurut Bisri, di dalam data tersebut terdapat jemaah cadangan dari musim haji sebelumnya yang belum sempat berangkat. Sebagian jemaah cadangan itu bahkan sudah memiliki paspor sehingga tidak seluruhnya harus memulai proses dari awal. “Jemaah yang 461 itu ada yang dari cadangan yang kemarin belum bisa berangkat, tetapi sudah punya paspor,” jelasnya.

Bisri menyebut, jumlah jemaah cadangan pada musim haji sebelumnya sempat mencapai sekitar 90 orang. Setelah sebagian diberangkatkan, masih tersisa sekitar 30-an jemaah yang belum mendapatkan kesempatan berangkat.

Namun, keberadaan jemaah cadangan tersebut belum serta-merta membuat mereka masuk dalam kuota haji Kabupaten Madiun untuk 2027. Pasalnya, masih ada jemaah yang kemungkinan menunda keberangkatan maupun memilih berangkat bersamaan dengan mahramnya. “Belum, belum. Ini masih verifikasi. Karena ada yang menunda, ada yang ingin bareng dengan mahramnya,” kata Bisri.

Kondisi tersebut membuat jumlah 461 CJH yang kini diproses paspornya belum dapat dijadikan patokan jumlah jemaah yang pasti berangkat tahun depan. Penetapan kuota masih menunggu proses finalisasi.

Bisri mengatakan, kuota untuk kabupaten/kota nantinya mengikuti alokasi kuota yang ditetapkan untuk Jawa Timur. Tahun ini, kuota Jawa Timur berada di kisaran 40 ribu lebih jemaah.

“Kalau untuk kuota kita menunggu akhir nanti berangkat. Kuota Jawa Timur 40 ribu sekian. Jadi kalau kabupaten/kota itu hanya mengikuti kuota dari Jatim,” ungkapnya.

Sementara itu, calon jemaah yang masuk dalam perkiraan antrean keberangkatan 2027 merupakan mereka yang melakukan pendaftaran sekitar Desember 2012 hingga Januari 2013. Batas antrean yang disebut Bisri berada di sekitar 22 atau 23 Januari.

Di tengah belum finalnya kuota, Kemenhaj Kabupaten Madiun memilih mempercepat proses administrasi. Pengurusan paspor dilakukan lebih awal agar jemaah tidak terkendala ketika memasuki tahapan persiapan berikutnya. “Pengurusan paspor itu sangat penting. Setelah ini paspornya jadi, kita laksanakan proses Bio Visa,” ujarnya.

Bisri menambahkan, proses pengurusan paspor CJH Kabupaten Madiun sejauh ini berjalan lancar. Bahkan, pelayanan tahun ini dinilai lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya karena dilakukan dengan pola jemput bola. “Insyaallah aman, lancar-lancar alhamdulillah. Tahun ini lancar,” pungkasnya. (rbr/kun)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.