UIN Madura Gelar Ujian Kualifikasi Perdana Program Doktor Studi Islam

0

Pamekasan (beritajatim.com) – Universitas Islam Negeri (UIN) Madura untuk pertama kalinya menggelar Ujian Kualifikasi Program Doktor Program Studi Studi Islam, di Ruang Sidang Pascasarjana UIN Madura, Jl Raya Panglegur KM 4 Tlanakan, Kamis (24/9/2026).

Ujian kualifikasi tersebut diikuti dua mahasiswa doktoral Prodi Studi Islam, masing-masing Ach Baidlowi Bukhari dan Lailatul Qadariyah. Keduanya menjalani proses akademik dalam suasana dialogis konstruktif dalam rentang waktu 1 jam 30′ menit di hadapan sejumlah guru besar dan akademisi UIN Madura.

Pada sesi pertama, Ach Baidlowi Bukhari mempresentasikan rencana judul riset dihadapan empat guru besar, masing-masing Mohammad Muhlis Sholichin (ketua sidang), Rudi Haryanto (sekretaris sidang), Mohammad Thoha, dan Waqiatul Masrurah sebagai penguji.

Sementara pada sesi kedua, Lailatul Qadariyah juga mempresentasikan rencana judul riset di hadapan empat guru besar berbeda, masing-masing Atiqullah (ketua sidang), Mohammad Muhlis Sholichin (sekretaris sidang), Mohammad Hasan, dan Nor Hasan sebagai penguji pertama dan kedua.

“Ujian kualifikasi ini menjadi salah satu tahapan penting dalam pendidikan jenjang doktor. Melalui tahapan ini, kemampuan akademik mahasiswa dinilai sebelum memasuki proses penelitian dan penyusunan disertasi secara lebih intensif,” kata Direktur Pascasarjana UIN Madura, Atiqullah.

Dalam proses uji kualifikasi tersebut, penilaian tidak hanya fokus pada kemampuan mahasiswa menjawab pertanyaan dari penguji. Lebih dari itu, ujian digunakan untuk melihat penguasaan mahasiswa terhadap bidang keilmuan yang ditekuni serta kesiapan mereka mengembangkan penelitian doktoral.

Foto BeritaJatim.com
Mahasiswa Doktoral, Lailatul Qadariyah (kanan) menjalani Uji Kualifikasi Program Pascasarjana UIN Madura, Kamis (24/9/2026).

Bahkan beragam aspek menjadi perhatian dalam ujian kualifikasi, di antaranya penguasaan bidang Studi Islam, pemahaman terhadap teori dan pemikiran yang relevan, kemampuan melakukan kajian literatur, perumusan problem akademik, serta penguasaan metodologi penelitian.

Aspek lain yang menjadi perhatian berupa kemampuan mahasiswa menemukan novelty atau kebaruan dalam penelitian. Kebaruan tersebut diharapkan dapat menunjukkan kontribusi ilmiah yang akan diberikan melalui penelitian disertasi yang menjadi tugas akhir dari mahasiswa doktoral.

“Ujian kualifikasi ini menjadi bagian penting dari proses untuk memastikan bahwa mahasiswa memiliki kesiapan akademik yang memadai sebelum melanjutkan ke tahap penelitian disertasi. Sehingga mahasiswa dituntut mampu menyampaikan argumentasi secara kritis, analitis, integratif, dan sistematis,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya berharap pelaksanaan ujian kualifikasi Program Doktor Pascasarjana UIN Madura ke depan terus dikembangkan dengan mempertahankan tradisi akademik yang objektif, dialogis, dan konstruktif. “Setiap tahapan pendidikan doktoral harus menjadi bagian dari proses pematangan kapasitas akademik mahasiswa,” jelasnya.

“Dengan kata lain, ujian kualifikasi ini sekalkgus menjadi bagian dari perkembangan penyelenggaraan Program Doktor Studi Islam di UIN Madura. Sebab program doktoral tidak hanya diarahkan pada penyelesaian studi, tetapi juga pada penguatan tradisi riset serta pengembangan kajian Studi Islam yang memiliki landasan teori, metodologi, dan kontribusi ilmiah yang jelas,” pungkasnya. [pin/suf]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.