Kemarau Panjang: Tanaman Sayuran Petani Magetan Mati, Waduk Gonggang Tinggal 20 Persen

0

Magetan (beritajatim.com) – Kemarau panjang membuat tanaman sayuran milik petani di Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, banyak yang mati akibat kekurangan air. Kondisi serupa terjadi di Waduk Gonggang, Desa Janggan, Kecamatan Poncol, yang volume airnya menyusut drastis hingga tersisa sekitar 20 persen.

Kondisi Waduk Gonggang terlihat pada Minggu (27/9/2026) siang. Penyusutan air membuat sejumlah bagian dasar waduk terlihat. Tanah di dasar waduk juga tampak retak-retak akibat kondisi kering.

Berdasarkan data dalam laporan, kapasitas normal Waduk Gonggang mencapai 2,2 juta meter kubik. Saat ini, air yang tersisa diperkirakan hanya sekitar 20 persen dari kondisi normal.

Waduk Gonggang menjadi penyuplai irigasi untuk sawah di empat kecamatan, yakni Poncol, Ngariboyo, Parang, dan Lembeyan. Namun, sisa air yang ada kini tidak dapat dialirkan lagi karena digunakan untuk menjaga keamanan struktur waduk.

Penyusutan tersebut terlihat jelas dari kondisi waduk. Warga bahkan menyebut bagian dasar waduk yang sebelumnya terendam kini sudah dapat dijangkau.

“Airnya surut drastis, tinggal 20 sampai 30 persen. Lihat, para pemancing sudah bisa turun ke dasar waduk,” ujar Hari, warga setempat.

Kondisi kekurangan air juga dirasakan petani sayuran di Kelurahan Sarangan. Puluhan hektare tanaman sayuran dilaporkan gagal panen akibat kekurangan air.

Sejumlah tanaman seperti tomat, kubis, cabai, dan loncang disebut mati. Para petani pun tidak dapat merasakan dampak kenaikan harga sayuran di pasaran karena tanaman mereka mengalami kegagalan.

Petani Sarangan, Tumiran, mengatakan kemarau panjang membuat petani kesulitan mendapatkan air untuk tanaman mereka.

“Kemarau ini semua petani bingung karena kekurangan air. Tanaman banyak yang mati.” kata Tumiran.

Petani lainnya, Bertha, juga menyebut kekurangan air menyebabkan tanaman mereka mati. Kondisi tersebut terjadi ketika harga sayuran sedang mengalami kenaikan.

“Ini kan kemarau panjang. Tanaman banyak yang kekurangan air sehingga mati. Sebenarnya harga pas naik ini.” ujar Bertha.

Kondisi tersebut membuat petani berharap kemarau panjang segera berlalu. Dengan berakhirnya kemarau, mereka berharap tanaman sayuran dapat kembali tumbuh normal dan harga di pasaran stabil.

Sementara bagi petani yang selama ini mengandalkan pasokan air dari Waduk Gonggang, mereka diminta mengikuti pola tanam yang disarankan. Langkah tersebut dilakukan di tengah kondisi ketersediaan air waduk yang semakin terbatas.

Kondisi Waduk Gonggang dan lahan pertanian di Sarangan menunjukkan dampak kemarau panjang terhadap aktivitas pertanian di Magetan. Petani kini masih menunggu berakhirnya musim kering agar ketersediaan air kembali mendukung kegiatan pertanian mereka. [fiq/aje]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.