DPRD Dorong Surabaya Tangkap Momentum PMI Manufaktur, Perkuat Investasi dan Lapangan Kerja

0

Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk bergerak cepat memanfaatkan tren positif manufaktur nasional guna memperbesar peluang investasi dan memperkuat sektor industri pengolahan di daerah.

Kenaikan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia dari 52,4 pada September menjadi 54,0 pada Oktober 2026 diharapkan dapat menstimulus pertumbuhan ekonomi lokal serta mengakselerasi pembukaan lapangan kerja baru di Kota Pahlawan.

Fathoni mengapresiasi ekspansi aktivitas manufaktur nasional yang berkelanjutan tersebut. Menurutnya, Pemkot Surabaya harus sigap menangkap momentum ini agar dapat memikat calon investor baru.

“Sebagai pimpinan DPRD, saya mengapresiasi perkembangan positif manufaktur nasional. Mudah-mudahan momentum ini bisa dimanfaatkan Surabaya untuk membuka peluang investasi baru dan menggerakkan roda ekonomi daerah,” ujar Fathoni, Jumat (6/11/2026).

Politisi Partai Golkar tersebut memaparkan bahwa industri pengolahan memegang peranan krusial bagi perekonomian Surabaya. Merujuk data BPS, sektor manufaktur menyumbang 19,59 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Surabaya pada 2025 dengan laju pertumbuhan mencapai 7,85 persen—melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi kota sebesar 5,87 persen.

Dari sisi penanaman modal, realisasi investasi Surabaya hingga Semester I 2026 telah menembus Rp23,608 triliun atau sekitar 53 persen dari target tahunan Rp44,26 triliun. Angka tersebut disumbang oleh 68.840 proyek usaha di berbagai sektor.

Serap Tenaga Kerja Lokal dan Perkuat Rantai Pasok

Fathoni menegaskan bahwa tingginya angka investasi harus dibarengi dengan komitmen penyerapan tenaga kerja lokal serta pelibatan pelaku usaha daerah dalam rantai pasok industri. Peningkatan kapasitas SDM lokal pun perlu terus digembleng lewat pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan.

Data Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya mencatat sebanyak 5.120 tenaga kerja baru berhasil ditempatkan hingga Juli 2026. Angka ini perlu terus dipacu guna melampaui target penyerapan 8.838 tenaga kerja hingga akhir tahun.

Selain peningkatan SDM, Fathoni mendorong Pemkot Surabaya mempercepat penyederhanaan perizinan, menjamin kepastian berusaha, serta menyediakan dukungan infrastruktur penunjang agar daya saing investasi daerah makin kuat. Ia juga mengapresiasi terobosan pemerintah pusat dalam menjaga ritme industri nasional.

“Di tengah momentum ekspansi ini, Kementerian Perindustrian di bawah kepemimpinan Menteri Perindustrian M. Sarmuji terus memegang peran strategis dalam memperkuat struktur industri, memperluas cakupan investasi, serta meningkatkan daya saing manufaktur Indonesia,” tegas Fathoni.

Ia berharap sinergi antara kebijakan nasional dan responsivitas pemerintah daerah dapat memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga Surabaya.

“Surabaya harus mampu menangkap momentum perkembangan industri nasional dengan memperkuat iklim investasi. Semakin banyak investasi yang masuk, makin besar manfaat nyata yang dirasakan masyarakat,” pungkasnya. [adv/but]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.