Wujudkan Kabupaten Layak Anak, Bupati Pasuruan Dorong Penertiban Anjal Secara Humanis
Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan kini tengah menaruh perhatian serius terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak di seluruh wilayah.
Langkah ini diambil melalui penguatan regulasi dan koordinasi lintas sektor guna memastikan setiap anak mendapatkan lingkungan tumbuh kembang yang aman dan memadai.
Fokus utama pemerintah saat ini adalah melakukan pendataan dan evaluasi mendalam terhadap kelaikan fasilitas ramah anak di berbagai sektor publik.
Upaya tersebut mencakup pembenahan infrastruktur di lingkungan pendidikan, fasilitas kesehatan, hingga penyediaan ruang bermain yang standar bagi anak-anak di tingkat desa dan kota.
“Nah, itu kita belum mengecek untuk terkait keseluruhan karena kategorinya banyak, mulai dari lingkungan pendidikan hingga fasilitas kesehatan,” ujar Bupati Pasuruan, M Rusdi Sutejo. Ia menegaskan bahwa pengecekan total diperlukan agar kebijakan yang diambil nantinya benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
Selain pembenahan fasilitas, Mas Rusdi sapaan akrabnya juga menyoroti fenomena sosial mengenai keberadaan anak jalanan yang masih sering terlihat di beberapa titik keramaian.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk melakukan penanganan yang lebih mengedepankan aspek pembinaan daripada sekadar tindakan pengusiran atau penertiban administratif.
“Dengan adanya payung hukum ini, kita harap tindakan dari pemerintah daerah semakin humanis untuk anak-anak di Kabupaten Pasuruan,” jelasnya. Mas Rusdi menginginkan agar petugas di lapangan tidak hanya mengedepankan sanksi, tetapi juga memberikan solusi jangka panjang bagi masa depan anak-anak tersebut.
Terkait kendala penertiban di lapangan, bupati mengakui adanya tantangan besar mengingat keterbatasan personel pengamanan yang harus mengawasi wilayah kabupaten yang sangat luas. Hal ini seringkali memicu terjadinya aksi “kucing-kucingan” antara petugas dan warga yang melakukan kegiatan di bahu jalan atau perempatan.
“Jumlah personel kita satu kabupaten terbatas, sehingga penertiban terkadang masih terkendala dan butuh perhatian semua pihak,” tambahnya. Mas Rusdi mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan jika melihat adanya eksploitasi anak agar petugas dapat segera melakukan tindakan penyelamatan yang diperlukan secara cepat.
Ke depannya, Pemerintah Kabupaten Pasuruan optimis bahwa predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) dapat dicapai dengan hasil yang memuaskan melalui kerja keras bersama. Sinergi antara pemerintah dan partisipasi aktif warga menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan ramah bagi generasi penerus bangsa. (ada/ted)
Link informasi : Sumber