Truk Muatan Jagung Terguling di Jalur Pantura Tuban, Kemacetan Parah Terjadi hingga Tiga Jam
Ringkasan Berita:
- Truk bermuatan jagung terguling di Jalan Tuban-Widang, Desa Pakah, Kecamatan Semanding.
- Kecelakaan terjadi karena truk tidak kuat menanjak sehingga gandengannya terguling.
- Muatan jagung tumpah ke jalan dan menyebabkan kemacetan panjang di jalur Pantura.
- Arus lalu lintas kembali normal sekitar pukul 21.00 WIB setelah proses evakuasi selesai.
Tuban (beritajatim.com) – Kecelakaan lalu lintas melibatkan truk bermuatan jagung terjadi di Jalan Tuban-Widang, tepatnya di Desa Pakah, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Kamis (28/5/2026) malam.
Insiden tersebut menyebabkan kemacetan panjang di jalur Pantai Utara (Pantura) karena muatan jagung tumpah dan berserakan di badan jalan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Tuban, Eko Sulistiiono, mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 18.00 WIB.
Truk gandeng bernomor polisi S 8579 UP yang dikemudikan Muhammad Jainudin, warga Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, melaju dari arah utara menuju selatan.
“Truk bermuatan jagung yang berjalan dari arah utara ke selatan, saat melewati jalan menanjak tidak kuat menanjak sehingga gandengannya terguling,” ujar Eko Sulistiiono, Jumat (29/5/2026).
Akibat kejadian tersebut, bagian gandengan truk mengalami kerusakan dan seluruh muatan jagung tumpah ke jalan.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, kecelakaan tersebut menyebabkan gangguan lalu lintas cukup parah karena badan jalan tertutup muatan jagung.
“Untuk jenis laka selip atau out of control dan kerugian mencapai Rp10 juta,” tambahnya.
Sementara itu, Kanit Turjawali Satlantas Polres Tuban, Rizky Dwi Prasetyo, menjelaskan kemacetan baru dapat terurai sekitar pukul 21.00 WIB setelah petugas menerapkan sistem buka tutup satu jalur.
“Jadi kemacetan ini karena adanya truk yang terguling akibat truk yang mengalami kerusakan hingga ada patahan pada bagian gandengan,” jelas Rizky.
Proses evakuasi melibatkan petugas kepolisian bersama warga sekitar yang membantu membersihkan jagung yang berserakan di sepanjang jalan.
Karena jumlah muatan yang cukup besar, proses pembersihan dan evakuasi membutuhkan waktu cukup lama sehingga arus lalu lintas sempat tersendat selama sekitar tiga jam.
Petugas juga melakukan pengaturan lalu lintas secara manual untuk mengurangi antrean kendaraan yang mengular di kedua arah.
“Termasuk sopir-sopir truk yang tertidur kami bangunkan,” pungkasnya.
Setelah proses evakuasi truk dan pembersihan muatan selesai dilakukan, arus lalu lintas di jalur Pantura Tuban kembali berangsur normal. [dya/beq]
Link informasi : Sumber