561 Pelajar SMP-SMA di Kota Mojokerto Dikukuhkan Jadi Anggota PMR
Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 561 siswa tingkat SMP dan SMA se-Kota Mojokerto resmi dikukuhkan sebagai anggota Palang Merah Remaja (PMR) masa bakti 2026–2027. Pengukuhan dilakukan oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, di SMPN 2 Mojokerto.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita menegaskan bahwa PMR bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, melainkan wadah pembentukan karakter generasi muda yang memiliki kepedulian sosial, jiwa kemanusiaan, serta kesiapan membantu sesama.
“Jadilah teladan bagi teman-teman kalian. Tunjukkan bahwa relawan muda selalu siap siaga memberikan bantuan kemanusiaan kapan pun dan di mana pun dibutuhkan,” pesan Ning Ita kepada para anggota PMR yang baru dikukuhkan, Sabtu (30/5/2026).
Menurutnya, berbagai aktivitas PMR memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa. Mulai dari keterampilan pertolongan pertama, kegiatan sosial, penggalangan dana kemanusiaan, kampanye hidup sehat, pengelolaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), hingga peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana dan menjaga kesehatan lingkungan.
Ning Ita mengatakan, pengalaman dan ilmu yang diperoleh melalui PMR akan menjadi bekal berharga bagi para pelajar saat terjun ke tengah masyarakat di masa mendatang.
“Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, tetapi langkah awal untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar sebagai ujung tombak kemanusiaan, kedisiplinan, dan kesehatan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh anggota PMR untuk menjaga kekompakan dan menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab. PMR, lanjutnya, harus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan empati, kepemimpinan, dan semangat kerelawanan.
“Pelatihan pembina PMR memiliki manfaat yang sangat strategis dalam memperkuat sistem pembinaan relawan sejak dini, sekaligus menjadi ajang pembaruan materi dan penguatan kolaborasi antara sekolah dengan PMI Kota Mojokerto,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Wali Kota Mojokerto juga menyampaikan apresiasi kepada para guru pembina dan fasilitator PMR yang selama ini mendampingi para siswa dalam memahami nilai-nilai kemanusiaan serta mengembangkan keterampilan kerelawanan sejak usia dini.
Sementara itu, PMI Kota Mojokerto terus berupaya memperkuat pembinaan PMR melalui pelatihan bagi para guru pembina. Program tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi pembina dalam mengelola unit PMR di sekolah sekaligus menyamakan persepsi terkait materi PMR Mula, Madya, dan Wira sesuai kurikulum PMI.
Diketahui, sebelum prosesi pengukuhan dilaksanakan, sebanyak 349 anggota PMR Madya dan 212 anggota PMR Wira telah mengikuti orientasi serta uji materi yang diselenggarakan oleh PMI Kota Mojokerto sebagai bagian dari proses pembinaan dan penguatan kapasitas relawan muda. [tin/kun]
Link informasi : Sumber