Tak Sekadar Kurban, Pegawai PLN Pasuruan Bergerak Door to Door Bantu Masyarakat
Pasuruan (beritajatim.com) – Aksi solidaritas sosial ditunjukkan oleh puluhan karyawan badan usaha milik negara di wilayah Pasuruan saat momentum hari raya keagamaan bergulir. Mereka secara swadaya menghimpun dana pribadi untuk menyediakan komoditas pangan bergizi yang ditujukan bagi kelompok masyarakat rentan.
Langkah nyata ini diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang bermukim di sekitar wilayah operasional perusahaan kelistrikan tersebut. Distribusi logistik sengaja dirancang secara senyap dari pintu ke pintu guna menghindari penumpukan massa dan menjaga kenyamanan para penerima manfaat.
“Melalui kegiatan kurban ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekitar dan adik-adik di yayasan yatim piatu,” ujar Manager PLN UP3 Pasuruan, Agus Susanto, saat memantau jalannya pengemasan paket logistik di area kerja. Pihaknya menekankan bahwa esensi utama dari perayaan ini adalah menyebarkan dampak sosial yang konkret bagi lingkungan sekitar, bukan sekadar rutinitas tahunan.
Selain menyasar permukiman padat penduduk, aliran bantuan protein hewani tersebut juga difokuskan ke sejumlah lembaga pengasuhan anak terlantar di area kota. Langkah ini diambil untuk memastikan pemenuhan gizi anak-anak yatim piatu tetap terpenuhi dengan baik di hari yang suci.
Seluruh proses penyiapan hingga pemotongan hewan ternak dipastikan telah memenuhi standar kebersihan baku serta syariat yang ditetapkan. Keterlibatan aktif para pegawai muda sebagai relawan penyalur distribusi menjadi motor penggerak kelancaran aksi kemanusiaan tersebut.
“Semangat gotong royong yang ditunjukkan menjadi bukti bahwa insan PLN juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi kepada lingkungan sekitar,” tambah Agus Susanto mengapresiasi kerelaan iuran para stafnya. Pihak manajemen berharap ikatan emosional yang baik dengan warga lokal dapat terus terjaga demi kelancaran operasional pelayanan publik.
Skema penyaluran yang terorganisasi dengan melibatkan tokoh masyarakat setempat terbukti ampuh membuat pembagian logistik berjalan sangat kondusif. Langkah preventif ini diapresiasi oleh perangkat desa karena bantuan dapat tersampaikan langsung kepada kepala keluarga yang benar-benar membutuhkan.
Perusahaan berkomitmen untuk terus mengintegrasikan program bantuan sosial kemasyarakatan ini ke dalam agenda kerja di luar urusan teknis ketenagalistrikan. Kehadiran korporasi di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penyedia arus energi, melainkan juga penggerak kesejahteraan sosial. (ada/kun)
Link informasi : Sumber