Insiden PT BMI Lamongan Ternyata Bukan Keracunan Gas, Tapi Dampak Paparan Clorine
Lamongan (beritajatim.com) – Insiden yang menyebabkan belasan pekerja PT Bumi Menara Internusa (BMI) Lamongan mengalami gangguan kesehatan ternyata bukan disebabkan keracunan gas, seperti dugaan awal.
Manajemen PT BMI Lamongan menyebut insiden itu disebabkan gangguan pada sistem injeksi desinfektan chlorine yang digunakan dalam proses produksi.
Akibat gangguan tersebut, kadar chlorine di ruang produksi dilaporkan sempat melebihi ambang batas standar yang ditetapkan. “Kondisi tersebut menyebabkan pekerja mengalami iritasi, terutama mata perih,” kata Plant Manager PT BMI Lamongan, Purnawan, Sabtu (6/6/2026).
Purnawan menegaskan, perusahaan telah melakukan penanganan dan evaluasi terhadap sistem yang bermasalah. Saat ini, kondisi ruang produksi disebut sudah kembali normal dan aman untuk digunakan. “Saat ini kondisi ruangan sudah aman dan sudah digunakan untuk aktivitas kerja,” katanya.
Meski demikian, insiden tersebut menjadi catatan penting bagi dunia industri terkait penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya dalam pengawasan penggunaan bahan kimia di area produksi.
Pengawasan berkala terhadap peralatan dan sistem pendukung produksi dinilai penting untuk meminimalkan potensi risiko yang dapat membahayakan pekerja.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lamongan, Zamroni, mengatakan bahwa evaluasi menyeluruh perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Evaluasi menyeluruh diperlukan untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang dan keselamatan pekerja tetap terjamin,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 19 pekerja PT BMI Lamongan mengalami sesak napas, pusing, dan lemas pada Jumat (5/6/2026). Sebagian pekerja sempat menjalani perawatan medis di RSI Nashrul Ummah Lamongan karena kondisinya lemah. (fak/kun)
Link informasi : Sumber