Konfercab GMNI Lamongan Jadi Ajang Konsolidasi Kader Hadapi Tantangan Era Digital
Lamongan (beritajatim.com) – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Lamongan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) di Aula BLK Disnaker Lamongan, Sabtu (6/6/2026).
Selain menjadi forum pergantian kepemimpinan dan evaluasi organisasi, Konfercab tersebut juga menjadi momentum konsolidasi kader untuk menghadapi tantangan gerakan mahasiswa di era digital.
Sejumlah tokoh dan senior daerah dihadirkan, termasuk mantan Bupati Lamongan, Masfuk, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Lamongan, Johny Indrianto, yang mewakili Bupati Lamongan.
Pada kesempatan itu, Masfuk memberikan motivasi kepada peserta konferensi agar terus meningkatkan kapasitas diri. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah dan membutuhkan generasi muda yang kompeten untuk mengelolanya.
“Generasi muda, khususnya kader-kader GMNI, harus membekali diri dengan kemampuan dan keahlian (skill) yang mumpuni. Negara kita ini sangat kaya akan sumber daya alam yang tidak dimiliki oleh negara lain di dunia. Kekayaan ini harus dikelola oleh tangan-tangan pemuda yang cerdas, berideologi, dan kompeten,” kata pria yang menyabet penghargaan bupati terbaik se-Indonesia pada 2008 itu.
Sementara itu, Johny Indrianto menekankan bahwa Konfercab merupakan ujian sejauh mana komitmen para kader terhadap ideologi yang dianut.
“Konferensi cabang bukan sekadar agenda rutin organisasi. Ia adalah ruang ideologis, ruang evaluasi, sekaligus ruang penentuan arah gerak organisasi ke depan. Di forum inilah kita menguji sejauh mana komitmen kita terhadap ajaran Marhaenisme, serta sejauh mana kita mampu menerjemahkan nilai-nilai perjuangan ke dalam gerakan nyata,” kata Johny.
Johny juga mengingatkan bahwa tantangan para aktivis mahasiswa di era digital semakin kompleks. Gempuran arus informasi yang cepat namun dangkal rentan mengikis esensi gerakan perjuangan.
“Kita hidup di era disrupsi, di mana arus informasi begitu cepat, tetapi sering kali dangkal. Semangat kolektif mulai tergeser oleh kepentingan individual. Ideologi sering kali kalah oleh pragmatisme,” ucapnya.
Melalui momentum Konfercab ini, Johny mengajak seluruh kader GMNI Lamongan untuk melakukan evaluasi organisasi secara jujur, memperkuat kualitas kaderisasi, serta melahirkan kepemimpinan cabang yang visioner, ideologis, dan progresif. “Pastinya dengan tetap menjaga persatuan internal organisasi,” pungkasnya. (fak/kun)
Link informasi : Sumber