CLS Beri Sinyal Kuat Kembali ke IBL, Sponsor Jadi Kunci Utama

0

Surabaya (beritajatim.com) – Klub basket legendaris Indonesia, CLS Surabaya, memberi sinyal kuat untuk kembali bersaing di level profesional. Memasuki usia ke-80 tahun, manajemen menilai seluruh fasilitas penunjang yang dimiliki saat ini sudah sangat memadai untuk kembali naik kelas ke kompetisi tertinggi bola basket nasional.

Meski demikian, Ketua Yayasan CLS, Ming Soedarsono, menegaskan bahwa langkah kembali ke kompetisi profesional masih bergantung pada hadirnya mitra strategis atau sponsor yang sejalan dengan visi klub.

“Jika dalam waktu dekat CLS berhasil mengamankan dukungan sponsor yang sejalan dengan visi klub, mereka dipastikan siap untuk kembali memanaskan panggung tertinggi bola basket Indonesia,” ungkap Ming, Rabu (24/6/2026).

Ukur Kekuatan Lewat Turnamen Internasional

Sebagai bagian dari rangkaian perayaan hari jadi ke-80, CLS menggelar turnamen kelompok umur (KU) tahunan dengan skala yang lebih besar dan kompetitif.

Sebanyak sekitar 60 tim ambil bagian dalam ajang tersebut. Peserta terbagi ke dalam berbagai kelompok umur, mulai KU 12 hingga KU 25, termasuk kategori putri.

Untuk mengukur kemampuan para pebasket binaannya, CLS juga mengundang tim-tim dari luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura.

Turnamen ini dirancang sebagai tolok ukur penting untuk melihat kesiapan fisik, taktik, dan mental para pemain lokal saat menghadapi persaingan internasional.

Melalui ajang tersebut, CLS menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar menjadi kekuatan lokal di Surabaya, tetapi juga mendorong ekosistem pembinaan basket agar mampu bersaing di level nasional hingga Asia Tenggara.

“Di sisi lain, momentum 80 tahun ini juga menjadi pengingat bagi CLS untuk tidak terlena dengan nama besar masa lalu. Sebagai klub yang pernah melahirkan nama-nama besar di dunia basket nasional seperti Felix Bendatu, Hartono, hingga almarhum Hari, CLS dituntut untuk terus memperbarui sistem pembinaan mereka,” ujarnya.

Fokus pada Pembinaan Atlet Muda

Di tengah menjamurnya kompetisi basket kelompok umur, khususnya di Surabaya, tantangan yang dihadapi klub maupun orang tua atlet muda semakin kompleks.

CLS menilai pembinaan pemain tidak hanya berorientasi pada banyaknya pertandingan yang diikuti, tetapi juga harus memperhatikan keseimbangan antara latihan, menit bermain, serta waktu istirahat yang cukup guna mencegah cedera maupun kejenuhan (overuse).

“Dengan komitmen pembinaan yang tepat dan penjajakan sponsor yang terus berjalan, kembalinya CLS ke liga profesional kini tampaknya hanya tinggal menunggu waktu,” imbuhnya.

Diketahui, CLS yang merupakan salah satu klub basket paling bersejarah di Indonesia baru saja merayakan hari jadinya yang ke-80. Di usia yang matang tersebut, klub pencetak banyak talenta nasional itu memberikan sinyal positif mengenai peluang kembali tampil di kompetisi basket profesional. (way/kun)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.