Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang, LK PBNU Beri Imbauan Kesehatan untuk Ribuan Peserta
Ringkasan Berita:
- LK PBNU mengimbau peserta Muktamar ke-35 NU menjaga kesehatan menghadapi kondisi cuaca ekstrem selama kegiatan di PPBU Tambakberas Jombang.
- Panitia menyiapkan tiga posko kesehatan yang beroperasi 24 jam untuk memberikan layanan medis kepada peserta muktamar.
- Peserta diminta membawa perlengkapan kesehatan seperti obat pribadi, masker, pakaian sesuai kondisi cuaca, serta mencukupi kebutuhan air minum.
Jombang (beritajatim.com) – Lembaga Kesehatan (LK) PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) menyiapkan sejumlah langkah antisipasi kesehatan bagi ribuan peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas Jombang.
Menjelang agenda nasional NU tersebut, LK PBNU mengingatkan peserta untuk menjaga kondisi tubuh, terutama menghadapi perubahan cuaca selama musim kemarau. Kondisi cuaca panas pada siang hari dan udara dingin pada malam hari menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kesehatan peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua LK PBNU Dr. dr. HM. Zulfikar As’ad, MMR, meminta peserta mempersiapkan perlengkapan yang sesuai dengan kondisi cuaca di lokasi muktamar.
“Pada siang hari lebih baik menggunakan pakaian berkain tipis. Karena seperti kita ketahui saat ini cuacanya panas pada siang hari. Sedangkan saat malam hari dingin sekali,” ujar Gus Ufik, panggilan akrab Ketua LK PBNU, Senin (10/8/2026).
Selain menyesuaikan pakaian, peserta yang memiliki riwayat penyakit tertentu juga diimbau membawa obat pribadi. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan selama mengikuti rangkaian kegiatan muktamar.
Ketua Umum Arsinu (Asosiasi Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama) tersebut menjelaskan, panitia juga telah menyediakan fasilitas kesehatan yang siap melayani peserta selama 24 jam.
Tiga posko kesehatan disiapkan di sekitar lokasi PPBU Tambakberas Jombang, yakni di kampus Universitas KH Wahab Hasbullah (Unwaha), MTsN 3 Jombang, serta MAN 3 Jombang. Keberadaan posko tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan layanan kesehatan peserta dapat terpenuhi selama pelaksanaan muktamar.
Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK-UGM) ini juga mengingatkan peserta terkait dampak musim kemarau yang identik dengan meningkatnya paparan debu di udara. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan iritasi saluran pernapasan dan meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).
Karena itu, peserta muktamar disarankan membawa masker sebagai perlindungan dari paparan debu, terutama bagi mereka yang melakukan banyak aktivitas di luar ruangan.
“Juga harus mewaspadai munculnya dehidrasi. Saat musim kemarau, cuaca sangat panas, sehingga juga lebih rentan mengalami dehidrasi. Karena itu, selalu cukupi kebutuhan air minimal 8 gelas sehari, terlebih bagi yang lebih banyak beraktivitas di luar ruangan,” ujar salah satu majelis pengasuh PPDU (Pondok Pesantren Darul Ulum) Rejoso Peterongan Jombang ini.
Ketua LK PBNU yang juga koordinator bidang Kesehatan Muktamar ke-35 NU ini berharap seluruh peserta dapat mempersiapkan kondisi kesehatan sebelum mengikuti kegiatan muktamar. Dengan jumlah peserta yang diperkirakan mencapai ribuan orang, kesiapan kesehatan menjadi salah satu faktor penting agar seluruh rangkaian agenda berjalan lancar.
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dijadwalkan berlangsung di PPBU Tambakberas Jombang pada 27 hingga 31 Agustus 2026. Agenda tersebut akan dihadiri peserta dari berbagai wilayah di Indonesia sebagai bagian dari forum besar organisasi Nahdlatul Ulama. [suf]
Link informasi : Sumber