Di Balik Ketahanan Energi Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina dan Media Satukan Energi Gagasan
Banyuwangi (beritajatim.com)– Di tengah derasnya arus informasi digital, keberhasilan industri energi tak lagi hanya ditentukan oleh kilang, sumur migas, atau teknologi pengeboran.
Ada satu elemen yang semakin menentukan: komunikasi yang dipercaya publik. Kesadaran itulah yang mendorong Pertamina Upstream Regional Timur memperkuat kemitraannya dengan insan pers melalui media gathering dengan tema ‘The Future is Collaborative Sustaining Our Energy’ yang digelar di Banyuwangi.
Di sebuah ruangan yang dipenuhi perbincangan hangat antara jurnalis dan jajaran perusahaan, tidak hanya laporan produksi migas yang menjadi bahan diskusi. Yang lebih menarik justru bagaimana energi dimaknai secara lebih luas, bukan sekadar minyak dan gas bumi. Tetapi juga energi kolaborasi, keterbukaan, dan pertukaran gagasan.
Bagi Pertamina Upstream Regional Timur, media bukan sekadar penyampai berita. Pers dipandang sebagai mitra strategis yang membantu menghadirkan informasi akurat mengenai berbagai aktivitas operasi perusahaan kepada masyarakat, terutama di wilayah Indonesia Timur yang memiliki karakteristik geografis dan tantangan tersendiri.
Senior Manager Relation Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, Sigit Dwi Aryo mengatakan, hubungan baik dengan media menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan operasional perusahaan.
“Harapannya, ajang silaturahmi antara Pertamina Upstream Regional Timur dengan media ini bisa menjembatani penyampaian informasi perusahaan ke masyarakat. Banyak kegiatan operasi kita, khususnya di wilayah kerja Indonesia Timur, yang membutuhkan support dan dukungan dari teman-teman media dalam penyebarluasan informasinya,” ujarnya saat ditemui di sela acara (10/7/2026).
Masih menurut Sigit Dwi Aryo, keberhasilan sektor energi saat ini tidak hanya diukur dari capaian produksi, tetapi juga dari kemampuan membangun kepercayaan publik melalui informasi yang terbuka dan bertanggungjawab.
“Kolaborasi dengan media sangat penting mengingat sektor industri energi bukan hanya sekedar eksplorasi saja,” paparnya.
Ia menambahkan, menu energi yang dimaksud bukan hanya energi fosil yang selama ini menopang kebutuhan nasional. Energi juga hadir dalam bentuk semangat untuk berkolaborasi, berbagi perspektif, serta menciptakan ruang komunikasi yang sehat antara perusahaan dan media.
“Energi bersama dan kolaborasi bersama ini harapannya bukan hanya tentang energi minyak dan gas saja, tetapi juga energi untuk melahirkan gagasan baru, kelancaran komunikasi, serta wadah untuk saling berbagi,” imbuhnya.
Pandangan tersebut menunjukkan perubahan pendekatan perusahaan dalam membangun hubungan dengan publik. Transparansi kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberlanjutan industri energi.
Di era ketika informasi bergerak begitu cepat, perusahaan dituntut mampu menyampaikan setiap proses operasional secara terbuka agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai kontribusi sektor hulu migas terhadap ketahanan energi nasional.
Melalui media gathering ini, Pertamina Upstream Regional Timur tidak hanya mempererat silaturahmi dengan para jurnalis, tetapi juga membangun fondasi komunikasi yang lebih kuat untuk mendukung penyebaran informasi yang kredibel.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi energi baru yang menghubungkan perusahaan, media, dan masyarakat dalam satu tujuan bersama: menjaga ketahanan energi nasional sekaligus menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi wilayah operasional di Indonesia Timur.
Dibalik setiap barel energi yang diproduksi, tersimpan pula energi lain yang tak kalah penting. Yakni, energi kepercayaan, kolaborasi, dan komunikasi. Pesan itu kembali ditegaskan bahwa masa depan industri energi tidak hanya dibangun di lapangan produksi, tetapi juga melalui kemitraan yang kuat dengan media sebagai jembatan informasi bagi publik.
Kepala Departemen Komunikasi SKK Migas, Arief Hermawan menuturkan, peran media sangat penting di industri hulu migas. Fakta di lapangan sekuat apapun di medsos, tetap menjadi informasi yang penting bagi masyarakat.
“Saya yakin tingkat kepercayaan masyarakat terhadap media masih tinggi karena prosesnya melalui kaedah jurnalistik. Untuk itu, SKK Migas mendorong KKKS menggelar kegiatan sebanyak-banyaknya dengan media. Khususnya yang punya wilayah kerja yang sedang melakukan eksplorasi maupun eksploitasi,” pungkasnya. (dny/ted)
Link informasi : Sumber