Kawasan Jalan Ijen Malang Mencekam, Reka Ulang Sejarah saat Pejuang TRIP Diserbu Londo

0

Malang (beritajatim.com) – Jalan Salak yang kini menjadi Jalan Pahlawan Trip atau kawasan Jalan Ijen mendadak mencekam. Bunyi letusan petasan yang menyerupai senjata api serta permainan bom asap mengingatkan kembali pada memori kala Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) mempertahankan kemerdekaan dari Belanda.

Para anak-anak muda dan anak cucu dari pahlawan yang tergabung dalam TRIP melakukan napak tilas reka ulang sejarah dengan aksi teatrikal pada Jumat, (31/7/2026). Mereka ingin mengenang perjuangan para leluhur dan pahlawan dalam pertempuran 31 Juli 1947 silam. Pertempuran ini terjadi 2 tahun pasca Republik Indonesia melakukan proklamasi kemerdekaan.

“Semangat MAS TRIP pasti akan terus kami gelorakan, khususnya kepada generasi muda. Kalau generasi kami masih bisa mendengar langsung cerita dari orang tua yang menjadi pejuang, anak-anak dan cucu-cucu kami juga harus bisa merasakan semangat itu melalui keteladanan yang kami berikan,” kata Ketua Umum Pusat Paguyuban MAS TRIP, Destry Damayanti.

Bagi Destry semangat perjuangan para leluhur mereka terus terpatri dalam diri bahwa semangat patriotik harus tetap membara meski mereka kini hidup di era modern. Menurutnya, keluarga besar MAS TRIP memikul tanggung jawab moral menjaga dan meneruskan nilai-nilai perjuangan kepada generasi berikutnya. Sesuai dengan motto perjuangan yang telah melekat sejak lama yaitu ‘Perjuangan Diteruskan Sampai Ke Akhir Zaman’.

“Kami ingin membangun kesadaran, bahwa orang tua kami pernah menjadi bagian dari perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan. Nilai-nilai itu harus terus hidup di generasi penerus,” ujar Destry.

Dalam peringatan di Malang Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga hadir. Tampak pula anggota DPRD Provinsi Jatim dapil Malang Raya Sri Untari yang juga merupakan anak dari pejuang TRIP. Sri Untari mendorong agar materi perjuangan MAS TRIP dimasukan dalam materi pelajaran siswa di sekolah.

“Mungkin untuk Malang Raya tidak perlu muatan lokal tapi ada satu sesi yang nantinya beberapa kali mengulas perjuangan MAS TRIP. Agar mereka tahu bahwa ada tumbal kemerdekaan karena mereka (pejuang TRIP) gugur setelah merdeka. Mempertahankan kemerdekaan setelah merdeka,” ujar Sri Untari.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak anak-anak muda tidak lupa memaknai perjuangan para anggota TRIP. Sebab, pada 1947 silam mereka masih berperang mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Dulu mereka berjuang dengan senjata seadanya untuk mempertahankan kemerdekaan. Sekarang, senjata kita adalah teknologi informasi, ilmu pengetahuan, kebersamaan dan semangat gotong royong. Kita semua memiliki tugas yang sama untuk menjaga kemerdekaan Republik Indonesia. Tentu melalui profesi dan peran kita masing-masing,” kata Khofifah. (luc/ian)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.