KSR PMI Pamekasan Bekali Siswa SMKS MUBA Materi Kepalangmerahan
Pamekasan (beritajatim.com) – Tim Korps Sukarela (KSR) Unit Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, berbagi materi dasar kepalangmerahan sekaligus tujuh prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, yakni kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan kepada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) Mambaul Ulum Bata-Bata (MUBA), Minggu (2/8/2026).
Materi dasar kepalangmerahan tersebut diberikan melalui kegiatan Seminar Kepalangmerahan di Aula Al-Hasani, Kompleks Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Panaan, Palengaan, Pamekasan. Diikuti puluhan siswa dari berbagai jurusan di lingkungan SMKS MUBA.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka meningkatkan pengetahuan dasar sekaligus menggugah kepedulian siswa terhadap nilai-nilai kemanusiaan, peran PMI, serta keterampilan dasar yang diperlukan dalam memberikan pertolongan pertama, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat.
“Dalam kegiatan ini, kami menyampaikan materi dasar kepalangmerahan yang meliputi sejarah berdirinya Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, sejarah PMI di Indonesia, hingga tujuh prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, yakni kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan,” kata salah satu personil KSR PMI Unit Markas PMI Pamekasan, Khairul Rasyid.
Selain membekali para siswa dengan materi dasar kepalangmerahan, para peserta juga didorong memahami pentingnya keterampilan pertolongan pertama dalam kehidupan sehari-hari. “Selain materi, kita juga menyempatkan diri memberikan motivasi mengenai pentingnya menumbuhkan jiwa kerelawanan sejak usia sekolah,” ungkapnya.
“Tidak kalah penting, kami juga menekankan bahwa menjadi relawan bukan hanya tentang membantu saat terjadi bencana, tetapi juga membangun sikap peduli, empati, disiplin, serta semangat gotong royong di lingkungan sekitar, termasuk di sekolah,” sambung Rasyid.
Bahkan pihaknya juga menekankan pentingnya keterampilan pertolongan pertama sebagai kemampuan dasar yang perlu dimiliki setiap pelajar. Materi meliputi cara memberikan bantuan awal kepada korban kecelakaan atau kondisi darurat sebelum mendapatkan penanganan medis, sekaligus memperkenalkan konsep keselamatan penolong, korban, dan lingkungan sekitar.
Kegiatan tersebut berlangsung secara interaktif dengan sesi tanya jawab antara narasumber dan peserta. Sejumlah siswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali informasi mengenai tugas relawan PMI, penanganan korban dalam kondisi darurat, hingga peluang bergabung dalam kegiatan kemanusiaan.
Sementara Kepala SMKS MUBA, Muniriyanto melalui Waka Kesiswaan, M Hasan Maulidi menyampaikan apresiasi atas partisipasi dan kehadiran Tim KSR PMI Pamekasan yang telah berbagi ilmu dan pengalaman kepada para siswa. “Seminar ini diharapkan mampu menambah wawasan sekaligus membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap sesama dan siap berkontribusi dalam kegiatan sosial kemanusiaan,” jelasnya.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap semakin banyak generasi muda yang memahami nilai-nilai kepalangmerahan serta mampu menjadi pelopor aksi kemanusiaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat secara umum,” pungkasnya. [pin/but]
Link informasi : Sumber