KMP Mutiara Sentosa II Tenggelam di Kedalaman 50 Meter Jadi Tantangan KNKT Ungkap Penyebab Kebakaran
Surabaya (beritajatim.com) – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memiliki tantangan untuk mengungkap penyebab kebakaran pada Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa II di perairan Sumenep, Minggu (2/8/2026) pagi. Diketahui, dalam peristiwa itu, lima orang dinyatakan meninggal dunia dan 233 lainnya dinyatakan selamat.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, pada saat kejadian, api diduga muncul dari bagian tengah bawah. Saat para penumpang sibuk mengenakan life jacket dan berlari menuju anjungan kapal sesuai broadcast dari para kru kapal, angin berembus kencang ke arah belakang kapal. Sehingga, bagian belakang kapal mengalami kebakaran yang lebih besar.
“Di hari pertama atau saat kejadian, kapalnya masih ada dan bisa dilihat dalam kondisi miring di atas permukaan laut,” kata Syafii.
Bangkai KMP Mutiara Sentosa II masih terlihat hingga hari kedua evakuasi. Anggota yang berada di KM SAR Permadi masih terus melakukan pemantauan terhadap bangkai kapal. Namun, menjelang hari ketiga, sejumlah kapal yang sempat melakukan evakuasi terhadap para korban tidak bisa mengantar ke Bangkalan atau Surabaya.
“Akhirnya korban dipindah ke KM SAR Permadi dan akhirnya backtrack ke arah Bangkalan. Saat KM SAR Permadi telah sampai di titik awal kebakaran KMP Mutiara Sentosa II, bangkai kapal telah lenyap,” jelasnya.
Diketahui, letak bangkai KMP Mutiara Sentosa II berada 57 nautical mile atau sekitar 105,4 kilometer. Jarak tersebut mampu ditempuh KM SAR Permadi sekitar dua hingga empat jam, tergantung laju kapal.
Petugas gabungan lantas melakukan upaya lebih lanjut dengan pemantauan menggunakan armada udara. TNI AL dengan armada Cassa 212 melaksanakan operasi air searching selama 2,5 jam di titik koordinat yang sesuai dengan lokasi terbakarnya KMP Mutiara Sentosa II.
Bukan hanya TNI AL, Polri juga melakukan operasi air searching menggunakan AW169 selama dua hari berturut-turut. Namun, upaya tersebut gagal menemukan bangkai KMP Mutiara Sentosa II.
“Artinya bahwa sektor operasi yang dilakukan oleh kapal sebenarnya sudah tergambar di situ, kita arahkan dengan pola square untuk melaksanakan air searching, dan tidak mendapatkan hasil,” imbuhnya.
Sementara itu, Investigator Keselamatan Pelayaran KNKT, Alaik Nurwahyudi, menjelaskan situasi yang dihadapi KNKT bukanlah persoalan yang mudah. Sebelum melakukan pemeriksaan, tim gabungan harus terlebih dahulu mencari bangkai kapal.
“Idealnya kami memang harus memeriksa bangkai kapal. Dengan situasi saat ini di laut terbuka dengan kedalaman 50 meter tentu bukan perkara sederhana. Mungkin butuh kekuatan yang lebih besar ketimbang tenggelamnya Kapal Mutiara Sentosa I pada 2017 lalu di perairan Masalembu, Sumenep,” kata Alaik.
Saat ini, pihak KNKT akan terus berkoordinasi dan memprioritaskan untuk menemukan bangkai kapal terlebih dahulu. Sehingga, nantinya hasil investigasi tentang penyebab kebakaran bisa akurat dan menjadi evaluasi semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. “Kondisi saat ini kita butuh dukungan dari berbagai pihak untuk membantu investigasi,” pungkasnya. (ang/kun)
Link informasi : Sumber