Empati di Tengah Kompetisi, Pemain Soekarno Cup Ringankan Beban Mahasiswa NTT di Surabaya
Ringkasan Berita:
- Pemain Soekarno Cup 2026 bergotong royong mengumpulkan bantuan kebutuhan pokok untuk mahasiswa NTT di Surabaya.
- Bantuan diberikan karena sebagian mahasiswa kesulitan mendapatkan kiriman dari orang tua yang terdampak gempa.
- Mahasiswa asal Nagekeo dan Manggarai mengungkap sulitnya kondisi di kampung halaman setelah gempa M7,7.
- Soekarno Cup juga menyiapkan penggalangan bantuan yang akan disalurkan ke NTT pada final 24 Agustus 2026.
Surabaya (beritajatim.com) – Di tengah persaingan kompetisi sepak bola Soekarno Cup 2026, kepedulian terhadap mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Surabaya muncul dari lapangan hijau. Para talenta muda yang sedang berlaga bergotong royong mengumpulkan dan menyalurkan bahan kebutuhan pokok untuk membantu mahasiswa NTT yang tengah bertahan jauh dari kampung halaman, Rabu (19/8/2026).
Bantuan tersebut diharapkan menjadi penguat di tengah kecemasan karena sebagian orang tua mahasiswa sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana gempa. Kondisi tersebut juga membuat sebagian mahasiswa kesulitan mendapatkan kiriman dari keluarga di kampung halaman.
Juru Bicara Soekarno Cup 2026 sekaligus legenda Timnas Indonesia, Yusuf Ekodono, menyebut bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap para mahasiswa rantau yang keluarganya terdampak bencana gempa bumi.
“Saya mendampingi perwakilan teman-teman talenta muda sepak bola Soekarno Cup memberikan sedikit bantuan meringankan beban para korban bencana gempa di NTT,” ujar Yusuf.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat menyokong kebutuhan harian mahasiswa agar tetap bisa fokus menempuh studi meskipun tengah berada dalam situasi sulit.
“Semoga bantuan yang sedikit ini bermanfaat untuk adik-adik mahasiswi-mahasiswa yang menempuh studi di Kota Surabaya. Dan untuk keluarga yang terdampak bencana semoga diberikan ketabahan,” tutur Yusuf.
Selain hasil gotong royong para pemain, ajang Soekarno Cup juga menggalang bantuan yang akan disalurkan ke NTT pada final yang digelar pada 24 Agustus 2026.
Soekarno Cup sendiri berlangsung di Surabaya, Gresik, dan Bangkalan pada 10-14 Agustus 2026 dengan diikuti 400 talenta muda dari 16 provinsi.
Aksi empatik para pemain muda Soekarno Cup tersebut disambut haru oleh mahasiswa NTT di Surabaya. Salah seorang mahasiswi asal Kabupaten Nagekeo, Lilis Hermini, menceritakan kondisi memprihatinkan di kampung halamannya.
Kabupaten Nagekeo merupakan salah satu wilayah yang terdampak bencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang berpusat di Mbay pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
“Di sana kondisinya sangat-sangat memprihatinkan. Untuk bantuan ke kabupaten kami, khususnya yang ke kampung-kampung yang aksesnya lebih parah, banyak bantuan yang tidak sampai,” ungkapnya.
Lilis juga mengakui bahwa bencana tersebut berdampak langsung pada kelancaran akademiknya di Surabaya. Kondisi orang tua yang ikut terdampak membuat dirinya harus menghadapi kekhawatiran dari jauh.
“Orang tua saya lagi kesulitan. Saya sedih sekali,” tuturnya.
Sementara itu, Litvina, mahasiswi asal Manggarai, menyampaikan bahwa daerahnya juga menjadi salah satu lokasi dengan dampak terparah, termasuk adanya korban jiwa. Putusnya jaringan komunikasi semakin menyulitkan koordinasi bantuan dan pemantauan kondisi keluarga.
“Jaringan-jaringannya putus. Saya lihat di berita banyak yang kelaparan, jadi mohon pemerintah segera beri perhatian ke daerah terdampak,” tuturnya.
Di tengah kekhawatiran tersebut, bantuan dari para talenta muda Soekarno Cup dianggap sangat berarti bagi mahasiswa NTT yang berada di Surabaya. Sebagai anak rantau, mereka tidak hanya menghadapi persoalan akademik, tetapi juga kecemasan terhadap keselamatan keluarga di kampung halaman.
Litvina pun menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang diberikan para pemain Soekarno Cup. Bantuan tersebut dinilai datang pada saat yang tepat ketika akses komunikasi dan dukungan dari keluarga sedang terganggu akibat bencana.
“Kami di sini merasa khawatir dengan kondisi orang tua karena akses segala-galanya susah. Terima kasih kakak, ini sangat bermanfaat sekali buat kami sebagai anak rantau,” pungkasnya. [way/beq]
Link informasi : Sumber