Dua Kampung Nelayan Merah Putih di Pacitan Lolos, Pembangunan Mulai Dikerjakan

0

Pacitan (beritajatim.com) – Dari lima usulan lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Pacitan, hanya dua desa yang dinyatakan lolo a dan mulai memasuki tahap pembangunan. Kedua lokasi tersebut yakni Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung, dan Desa Jetak, Kecamatan Tulakan.

Sementara itu, tiga usulan lainnya, yaitu Kelurahan Sidoharjo (Kecamatan Pacitan), Desa Pager Kidul, dan Desa Sumberejo (Kecamatan Sudimoro), belum lolos seleksi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan, Samson Hairul Fatah, mengatakan pihak kementerian tidak memberikan penjelasan resmi terkait alasan tiga lokasi tersebut tidak lolos. Namun, berdasarkan analisis pemerintah daerah, kondisi kontur lahan yang didominasi pasir diduga menjadi salah satu penyebab.

“Dari kementerian tidak memberikan keterangan kenapa tidak lolos. Namun, analisa kami berkaitan dengan kontur calon lokasi yang berpasir,” kata Samson, Rabu (19/8/2026).

Ia menambahkan, pengajuan usulan pembangunan KNMP untuk tahun 2026 telah ditutup. Kesempatan mengajukan lokasi baru akan dibuka kembali pada tahun 2027 bagi desa-desa yang memenuhi persyaratan.

“Dari informasi KKP, usulan untuk tahun 2026 sudah ditutup. Pengajuan akan dibuka kembali pada tahun 2027 untuk calon lokasi yang memenuhi persyaratan,” ujarnya.

Salah satu proyek yang kini mulai dikerjakan berada di kawasan pesisir Pantai Watu Bale. Pembangunan tersebut merupakan proyek Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap dengan nilai kontrak sebesar Rp2.467.260.000.

Proyek ini memiliki masa pelaksanaan selama 135 hari kalender, terhitung mulai 24 Juli hingga 5 Desember 2026. Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Gora Cipta Sarana, dengan pengawasan konsultan PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) KSO PT Virama Karya.

Koordinator Pelaksana, Rusdi, mengatakan pekerjaan saat ini masih berada pada tahap awal. Menurutnya, desain pembangunan juga disesuaikan dengan aspirasi para nelayan setempat.

“Saat ini baru pembangunan awal. Kami juga menyerap aspirasi nelayan. Awalnya pintu menghadap ke atas, namun nelayan mengusulkan agar pintu menghadap ke arah pantai,” kata Rusdi. (tri/ian)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.