Petani Bojonegoro Terima Bantuan Alsintan, Pemkab Dorong Modernisasi Pertanian
Ringkasan Berita:
- Puluhan Poktan dan Gapoktan di Bojonegoro menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) pra-panen dari APBD Jawa Timur 2026.
- Bantuan diserahkan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah melalui DKPP Bojonegoro.
- Pemkab mendorong penggunaan teknologi pertanian seperti rice transplanter untuk meningkatkan efisiensi dan menekan biaya usaha tani.
- DKPP Bojonegoro bersama PPL akan mendampingi dan mengawasi pemanfaatan serta perawatan alsintan agar tidak terbengkalai.
Bojonegoro (beritajatim.com) – Puluhan perwakilan kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kabupaten Bojonegoro menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) pra-panen. Bantuan yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2026 tersebut diharapkan mendukung modernisasi pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas petani.
Bantuan alsintan diserahkan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Zaenal Fanani di Aula DKPP Bojonegoro, Jumat (21/8/2026).
Nurul Azizah mengatakan bantuan alsintan merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan petani di lapangan. Menurutnya, proses pengadaan bantuan dilakukan melalui tahapan perencanaan yang cukup panjang dan melibatkan DPRD.
“Perencanaannya panjang dan akuntabel, mulai dari Musrenbang hingga verifikasi OPD. Setelah diserahkan, bantuan ini juga akan terus diawasi agar benar-benar digunakan dan memberikan manfaat bagi petani,” kata Nurul.
Menurutnya, penyaluran bantuan tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan DPRD melalui Jaring Aspirasi atau Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), serta Musrenbang.
Nurul berharap bantuan tersebut tidak berhenti pada penambahan fasilitas kelompok tani. Penggunaan alsintan juga harus mampu mendorong perubahan pola kerja petani menuju pertanian yang lebih modern dan efisien.
Karena itu, ia mendorong petani mulai memanfaatkan teknologi dalam berbagai tahapan kegiatan pertanian. Salah satunya melalui penggunaan rice transplanter untuk membantu proses tanam padi.
Penggunaan alat tersebut dinilai dapat mempercepat pekerjaan sekaligus mengurangi biaya operasional. Bagi petani, efisiensi waktu dan biaya menjadi bagian penting dalam menghadapi kebutuhan peningkatan produktivitas usaha tani.
Modernisasi pertanian, kata Nurul, menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan efisiensi sekaligus produktivitas petani di Bojonegoro.
Wabup yang juga Ketua DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bojonegoro tersebut meminta seluruh bantuan alsintan dimanfaatkan secara bersama-sama oleh kelompok penerima.
“Jangan sampai alat yang sudah diberikan justru tidak digunakan. Harus dimanfaatkan secara komunal sehingga manfaatnya bisa dirasakan seluruh anggota kelompok,” ujarnya.
Menurut Nurul, pemanfaatan secara komunal juga penting agar keberadaan alsintan tidak hanya memberikan manfaat kepada sebagian anggota kelompok. Dengan pengelolaan bersama, alat dapat digunakan sesuai kebutuhan dan memberikan dampak yang lebih luas.
Sementara itu, Kepala DKPP Bojonegoro Zaenal Fanani mengatakan pihaknya akan mengawal penggunaan alsintan yang telah diserahkan kepada Poktan dan Gapoktan. Pendampingan dilakukan melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di masing-masing wilayah.
“Bantuan ini untuk menjawab kebutuhan riil petani, terutama mempercepat masa olah lahan sampai masa tanam. Kami bersama PPL akan melakukan pendampingan kepada Poktan dan Gapoktan penerima,” jelas Zaenal.
Pendampingan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penggunaan alat, tetapi juga memastikan alsintan dirawat dengan baik. DKPP Bojonegoro akan melakukan pengawasan agar bantuan yang diberikan tidak berakhir terbengkalai atau mangkrak.
Zaenal menilai keberadaan alsintan dapat membantu petani mempercepat proses pekerjaan di lahan sekaligus menekan biaya usaha tani. Namun, manfaat tersebut sangat bergantung pada pemanfaatan dan pengelolaan alat oleh kelompok penerima.
“Yang penting alatnya digunakan dan dirawat. Kami akan terus melakukan pendampingan agar bantuan ini benar-benar memberikan manfaat bagi petani,” pungkasnya. [fif/beq]
Link informasi : Sumber