STP Tanam 3.750 Pohon dan Tebar 50.000 Benih Ikan di Hulu Sungai Banyuwangi

0

Banyuwangi (beritajatim.com) – Ribuan bibit pohon kembali ditanam PT Suri Tani Pemuka (STP) di kawasan wisata Suwiss Sungai Badeng, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Kamis (27/8/2026).

Selain penanaman pohon, sebanyak 50.000 benih ikan juga dilepasliarkan di area sungai sebagai simbol komitmen anak perusahaan JAPFA yang bergerak di bidang akuakultur tersebut dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri BKSDA Wilayah 5 Banyuwangi, Perhutani, Dinas Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Suwiss, serta perangkat Desa Sumberbulu.

P&GA Manager Aquafeed STP Tasdikin mengatakan, kegiatan pelestarian lingkungan merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun. Menurutnya, aksi konservasi tersebut menjadi bagian dari komitmen STP terhadap prinsip sustainability.

“Kami ingin terus berkontribusi menjaga kesehatan alam. Ini merupakan bentuk komitmen kami terhadap sustainability dan ke depan akan terus kami jalankan setiap tahun,” ujarnya.

Foto BeritaJatim.com
Pelepasan benih ikan dan penanaman pohon di Kecamatan Songgon, Banyuwangi.

Menurut Tasdikin, kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan serentak penanaman 35.000 pohon yang dilakukan STP di berbagai wilayah.

Khusus di Banyuwangi, tahun ini STP kembali menanam sebanyak 3.750 pohon pinus dan melepas 50.000 benih ikan.

Penanaman pohon di kawasan hulu diharapkan dapat membantu meningkatkan daya serap air sekaligus mencegah erosi. Sementara itu, penebaran benih ikan ditujukan untuk membantu pemulihan ekosistem sungai dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Tasdikin mengatakan aksi pelestarian lingkungan STP tidak hanya dilakukan di Banyuwangi. Secara nasional, perusahaan telah melakukan penanaman lebih dari 35.000 pohon di sejumlah wilayah operasional, termasuk Purwakarta, Gresik, Banyuwangi, Singaraja, Barru, dan Serdang Bedagai.

“Melalui kegiatan ini harapannya, kami tidak hanya menjadi perusahaan yang mencari benefit, tetapi juga bisa berkembang bersama dan memberikan dampak positif bagi lingkungan serta masyarakat sekitar,” ujarnya.

Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi Suryono Bintang Samudra yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi upaya yang dilakukan STP.

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan STP bukan sekadar penebaran ikan dan penanaman pohon. Hal yang tidak kalah penting adalah menyiapkan masyarakat agar ikut menjaga sungai dan vegetasi di daerah aliran sungai sehingga sumber daya alam tersebut dapat terus memberikan manfaat.

“Ketika masyarakat di daerah hulu tidak mengerti tentang konservasi, maka upaya menjaga lingkungan tidak akan maksimal. Karena kolaborasi ini sangat penting,” jelasnya.

KS Hukum Kepatuhan Agraria dan Komper Perhutani Banyuwangi, Eko Hadi Prasetyo, juga mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, aksi STP selaras dengan komitmen Perhutani dalam mendorong pengelolaan hutan secara berkelanjutan.

“Ini selaras dengan tujuan kami dalam rangka sustainable forest management, artinya mengelola hutan yang berkelanjutan, bukan hanya mengejar profit, tapi juga mengedepankan ekologi, dan melibatkan masyarakat,” tandasnya. [alr/but]

 


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.