Dua Pegawai Laporkan Bos Restoran Korea di Surabaya, Diduga Alami Kekerasan Seksual

0

Surabaya (beritajatim.com) – Bos Son Ga Korean Family Restaurant Surabaya, SSY (64), dilaporkan ke Polrestabes Surabaya oleh dua pegawainya karena dugaan kekerasan seksual. Informasi yang dihimpun, SSY dikabarkan telah pergi ke Korea Selatan pada 5 Agustus 2026 lalu, tepat sehari setelah laporan polisi dibuat.

Aksi dugaan kekerasan seksual itu dialami oleh MAS (28) yang bekerja sebagai sekretaris dan SU (24) yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di tempat tinggal SSY yang ada di kawasan Wiyung. Berdasarkan pengakuan kedua pelapor, terlapor SSY menggunakan relasi kuasa untuk menekan korban. Kepada MAS, SSY kerap meminta didampingi ketika bertemu dengan klien. Selama bertemu klien, MAS diduga dipaksa dan dicekoki minuman beralkohol hingga tidak berdaya.

Dalam posisi yang tidak berdaya akibat minuman keras, MAS diduga dilecehkan. Menurut pengakuan MAS, aksi itu terjadi berulang hingga membuat dirinya trauma. Sementara kepada korban SU, terlapor SSY juga diduga melakukan aksi kekerasan seksual di lingkungan rumah. Tempat di mana terlapor memiliki kekuasaan penuh.

Kasat Perlindungan Perempuan/Anak dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polrestabes Surabaya AKBP Melatisari saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan dugaan kekerasan seksual dengan terlapor SSY. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. “Iya sudah kami tangani. Masih penyelidikan ya, Mas,” kata Melatisari.

Sementara itu, pihak terlapor membantah adanya peristiwa tersebut. Namun, ia tetap menghargai dan berkomitmen mengikuti semua proses hukum.

“Berdasarkan keterangan tertulis yang disampaikan kepada kami, klien membantah telah melakukan dugaan tindak pidana tersebut. Nanti keterangan detail akan disampaikan klien kami ke penyidik,” kata penasihat hukum SSY, Ben Hadjon.

Atas peristiwa ini, pihak Imigrasi telah mengeluarkan Surat Objek Perhatian Imigrasi (SOI) atas nama SSY. Namun, informasi yang dihimpun, SSY saat ini berada di Korea Selatan karena ibunya meninggal dunia. (ang/kun)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.