Kebakaran Semeru Tewaskan Satwa Liar, Bangkai Kijang dan Sigung Ditemukan

0

Lumajang (beritajatim.com) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lereng Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, ikut berdampak terhadap ekosistem satwa liar.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) bahkan telah menemukan sejumlah hewan di habitat hutan mati karena terdampak kebakaran.

Kabag TU BB-TNBTS Bambang Suriyono mengatakan, pihaknya telah menemukan dua jenis hewan berbeda yang telah mati di lokasi kebakaran.

Adapun, kedua satwa mati diduga terbakar tersebut diketahui berjenis kijang yang hanya menyisakan kerangka, serta sebuah bangkai hewan sigung. “Di situ ada satwa yang mati satu jenis sigung. Kemudian tengkorak satwa kijang, tapi kami akan pastikan itu sudah lama atau dampak kebakaran,” ucap Bambang di Lumajang, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, di lokasi terdampak kebakaran juga ditemukan jejak hewan habitat asli lereng Gunung Semeru seperti macan tutul.

Satwa tersebut diduga masih hidup dan telah bermigrasi dari titik kebakaran menuju kawasan hutan yang lebih aman. “Ada juga jejak macan tutul yang ini kemungkinan masih hidup dan kemungkinan besar dia bermigrasi ke tempat lain yang lebih aman,” ungkap Bambang.

Sebelumnya, kebakaran hutan melanda kawasan TNBTS di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, sejak Rabu, 26 Agustus 2026.

Titik api diketahui pertama kali muncul dari Blok Gunung Kembang, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, yang berada tepat di jalur pendakian Gunung Semeru. Api dilaporkan masih membara di jalur pendakian Semeru, seperti Blok Ayak-ayak, Kalimati, Gunung Kolong hingga pertigaan Trisula di Kabupaten Malang.

Kebakaran tersebut sudah menghanguskan kurang lebih 600 hektare lahan hutan di lereng Gunung Semeru. Jumlah tersebut masih bersifat fluktuatif dan diperkirakan akan bertambah seiring api yang masih belum berhasil dipadamkan hingga Selasa (1/9/2026). (has/kun)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.