Jamin Hibah KONI Blitar Rp2,8 M Utuh, Mas Ibin Buka Opsi Transfer Direct Ke Cabor Lewat Dispora
Blitar (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar membuka peluang untuk mengubah skema penyaluran dana hibah ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Jika selama ini dikelola penuh oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), ke depan hibah diproyeksikan bisa langsung disalurkan ke Cabang Olahraga (Cabor) atau dikelola oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
Opsi ini dikaji sebagai langkah tegas Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin merespons maraknya keluhan dari para atlet dan pelatih terkait pengelolaan anggaran.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin menegaskan bahwa fokus utama pemerintah daerah adalah memastikan kesejahteraan serta pembinaan prestasi atlet dan pelatih berjalan maksimal tanpa terhambat birokrasi yang berbelit.
“Kemarin sebenarnya sudah kami usulkan ketika KONI sempat bermasalah legalitas hukumnya, opsinya dikelola Dispora. Apalagi ada curhatan bahwa anggaran yang sampai ke atlet itu tidak terlalu besar. Pemerintah ingin mekanisme yang paling gampang agar hak atlet dan pelatih bisa diterima maksimal,” tegas Mas Ibin sapaan Wali Kota Blitar saat acara Ngobras Haornas pada Jumat (11/9/2026).
Ia mencontohkan, skema penyaluran langsung dari Dispora sebelumnya telah sukses diterapkan pada pembagian bonus atlet Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur, di mana dana ditransfer langsung ke rekening masing-masing atlet dan pelatih tanpa perantara.
“Tahun kemarin bonus Rp1.046.000.000 (satu miliar empat puluh enam juta rupiah) langsung kami berikan kepada atlet, kepada pelatih. Dari pemerintah langsung ditransfer. Ndak ada Rp1 pun atau Rp0 itu diambil pemerintah tuh ndak ada. Ndak ada. Ndak ada. Jadi jangan berpikiran uangnya dihambat, uangnya habis, terus kami harus pakai uang sendiri untuk sana-sini prestasi,” beber Wali Kota Blitar.
Mas Ibin pun menegaskan bahwa anggaran untuk atlet dan pelatih cabang olahraga masih ada. Pemerintah Kota Blitar tak sepeserpun menggunakan uang itu.
Dana hibah sebesar Rp.2,8 miliar pun sudah siap dicairkan. Namun Mas Ibin meminta proses pencarian itu dilakukan dengan aturan yang ada tidak serampangan.
“Makanya mohon maaf, saya kepada seluruh atlet, ya, pelatih, saya mohon maaf. Saya mohon maaf. Saya harus mohon maaf. Saya harus mohon maaf kepada atlet, pelatih. Dana Anda enggak hilang! Dana Anda masih ada! Itu juga bukan dana Anda, itu dana pemerintah mau dikasihkan ke Anda!,” tegasnya.
Wali Kota Blitar itu menegaskan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) tak pernah menghambat proses pencarian dana hibah. Dana hibah itu saat sudah siap dicairkan jika polemik di dalam tubuh KONI Kota Blitar telah usai dan telah terpilih ketua umum definitif.
Mas Ibin pun berpesan agar dana hibah KONI nantinya dapat dikelola dengan bijak dan sesuai aturan. Pihaknya berharap tak ada lagi laporan dana yang diterima atlet kecil dan tak sebanding dengan anggaran yang telah dialokasikan.
“Ya, nanti kalau proses-proses hukumnya sudah legal, sudah formal, maka pasti akan dicairkan,” tandasnya.
Sementara itu, Plt Ketua KONI Kota Blitar Elim Tyu Samba dalam orasinya kemarin, mengatakan bahwa organisasi yang dinaunginya siap untuk mengikuti mekanisme pencairan dana hibah dari Pemda. Baik itu langsung ke KONI, atau ke cabang olahraga atau dari Dinas Pemuda dan Olahraga.
“Mohon memakai hati nurani! Kami siap dengan segala keputusan wali kota, kami siap!. Anggaran diturunkan melalui KONI, kami siap! Anggaran melalui Dispora, kami siap! Dan anggaran melalui cabor-cabor, kami siap!. Perlu diingat, ini adalah bukan perkara anggaran melalui KONI, tapi adalah anggaran untuk pembinaan atlet,” ucap Elim saat itu. (owi/ted)
Link informasi : Sumber