Risiko ISPA Meningkat, Biaya Perawatan Gangguan Pernapasan Ikut Melonjak

0

Ringkasan Berita:

  • Kualitas udara, kabut asap karhutla, dan aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkatkan perhatian terhadap risiko gangguan pernapasan.
  • Kemenkes mencatat gangguan pernapasan menjadi salah satu dampak utama paparan asap, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
  • Data internal klaim medis Prudential Indonesia mencatat rata-rata biaya perawatan gangguan pernapasan naik 106,3 persen pada 2023–2025.
  • Prudential Indonesia mendorong pendekatan prevention dan protection sebagai bagian dari kesiapan kesehatan dan finansial keluarga.

Jakarta (beritajatim.com) – Memburuknya kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia meningkatkan perhatian terhadap risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama di tengah kabut asap kebakaran hutan dan lahan serta aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Kondisi tersebut membuat perlindungan kesehatan dan kesiapan finansial keluarga menjadi dua hal yang semakin berkaitan.

“Ketika berbicara tentang risiko gangguan kesehatan, yang perlu dipersiapkan bukan hanya bagaimana mencegah penyakit, tetapi juga bagaimana menghadapi dampaknya jika perawatan medis dibutuhkan. Di tengah biaya kesehatan yang terus meningkat, perlindungan kesehatan menjadi bagian penting dari kesiapan finansial keluarga. Karena itu, prevention dan protection perlu berjalan beriringan agar masyarakat tidak hanya lebih sehat, tetapi juga lebih siap menghadapi risiko yang tidak terduga,” ujar Chief Health Officer Prudential Indonesia Yosie William Iroth.

Kementerian Kesehatan sebelumnya mencatat dampak penurunan kualitas udara akibat karhutla berkaitan dengan peningkatan gangguan saluran pernapasan. Hingga 27 Agustus 2026, terdapat 13.449 kasus ISPA yang dilaporkan dari 63 kabupaten/kota di tujuh provinsi terdampak karhutla.

Kemenkes juga mencatat anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma atau PPOK, serta pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan sebagai kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus.

Gunung Anak Krakatau juga masih menjadi perhatian. Badan Geologi menetapkan status aktivitas gunung api tersebut pada Level III atau Siaga. Episode erupsi menerus berlangsung sekitar 25 jam pada 4–6 September 2026, kemudian aktivitas berlanjut dalam bentuk erupsi Strombolian. Potensi bahaya yang diwaspadai antara lain lontaran batu pijar dan hujan abu lebat.

Paparan polutan dari asap karhutla dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari ISPA, batuk dan sesak napas hingga asma, PPOK serta iritasi mata dan kulit. Pada kelompok rentan, paparan polutan juga dapat memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada.

Risiko kesehatan tersebut tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga berpotensi memengaruhi kestabilan finansial keluarga. Pengeluaran medis yang tidak direncanakan dapat menguras tabungan maupun dana darurat apabila tidak diantisipasi.

Data internal klaim medis Prudential Indonesia mencatat rata-rata biaya perawatan gangguan pernapasan (respiratory) meningkat 106,3 persen untuk kelas rumah sakit dan jenis tindakan yang sama. Biaya tersebut naik dari sekitar Rp49,9 juta pada 2023 menjadi Rp103 juta pada 2025.

Kenaikan juga terjadi pada fasilitas penunjang perawatan. Tarif kamar rawat inap VIP, misalnya, meningkat 57 persen dari Rp1,5 juta menjadi Rp2,35 juta per hari.

Fenomena tersebut menunjukkan adanya keterkaitan antara risiko kesehatan dan risiko finansial. Ketika kebutuhan perawatan muncul secara tiba-tiba, keluarga tidak hanya menghadapi persoalan kesehatan, tetapi juga potensi pengeluaran besar dalam waktu yang bersamaan.

Karena itu, pendekatan pencegahan (prevention) menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan pernapasan. Upaya tersebut antara lain menjaga pola hidup bersih dan sehat, memantau kualitas udara secara berkala, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, serta segera mencari pertolongan medis ketika muncul gejala awal.

Prudential Indonesia juga menjalankan sejumlah inisiatif lingkungan sebagai bagian dari upaya preventif. Program tersebut antara lain penanaman mangrove pada momentum Hari Mangrove Sedunia untuk mendukung penyerapan karbon dioksida (CO2) dan pelestarian ekosistem pesisir.

Selain itu, Prudential Indonesia menggelar diskusi lingkungan bertajuk Earth Talks: The Impacts of Microplastic on Our Health and Earth. Program Desa Maju Prudential juga membantu masyarakat melalui pengadaan fasilitas air bersih serta edukasi pembuatan area biopori di lingkungan sekitar.

Di samping pencegahan, proteksi kesehatan (protection) menjadi bagian lain dalam mengantisipasi risiko finansial akibat kebutuhan perawatan medis.

Prudential Indonesia mencatat pembayaran total klaim dan manfaat sebesar Rp8,9 triliun kepada lebih dari 149.000 nasabah sepanjang semester pertama 2026. Angka tersebut meningkat 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari total pembayaran tersebut, klaim medis mencapai Rp3,3 triliun atau tumbuh 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Melalui semangat Janji, jadi nyata, Prudential Indonesia menyatakan komitmennya untuk mendampingi masyarakat di berbagai jenjang kehidupan, mulai dari mendorong gaya hidup sehat dan preventif hingga memberikan perlindungan kesehatan ketika risiko tidak terduga terjadi. [beq]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.