Dikukuhkan di Candi Brahu, PKB Mojokerto Targetkan ‘Ijo Royo-royo’ Pemilu 2029
Mojokerto (beritajatim.com) – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mojokerto memasang target menjadikan Kabupaten Mojokerto ‘ijo royo-royo’ pada Pemilu 2029.
Target tersebut disampaikan Ketua DPC PKB Kabupaten Mojokerto, Ayni Zuhro saat pengukuhan pengurus Dewan Pengurus Cabang dan Dewan Pengurus Anak Cabang (DPC – DPAC), PKB Kabupaten Mojokerto periode 2026-2031.
Pengukuhan digelar di kawasan Candi Brahu, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Minggu (20/9/2026).
Pemilihan Candi Brahu menjadi bagian dari pesan yang ingin dibangun PKB Kabupaten Mojokerto. Situs peninggalan Majapahit tersebut dipilih untuk membawa semangat kebesaran Majapahit sebagai pijakan dalam menatap pembangunan dan masa depan Kabupaten Mojokerto.
Ketua DPC PKB Kabupaten Mojokerto, Ayni Zuhro menegaskan, target tersebut tidak bisa dicapai hanya dengan mengandalkan momentum politik lima tahunan. Karena itu, seluruh jajaran pengurus, mulai DPC, DPAC hingga ranting, diminta memperkuat soliditas, loyalitas dan memperluas kehadiran PKB di tengah masyarakat.
“Target kami untuk menjadi Kabupaten Mojokerto ijo royo-royo pada 2029 tidak akan jatuh dari langit tanpa cucuran keringat. PKB hadir dan langsung kerja nyata untuk masyarakat, tidak hanya hadir dalam momentum lima tahunan saja, tapi hadir ketika rakyat membutuhkan kapan dan di mana saja,” ungkapnya.
Menurutnya, PKB harus hadir untuk menjawab persoalan masyarakat secara langsung. Kerja politik partai, kata dia, tidak boleh hanya terlihat ketika memasuki momentum pemilu, tetapi harus dilakukan secara berkelanjutan. Penguatan struktur organisasi menjadi salah satu bagian penting untuk mewujudkan target tersebut.
Seluruh pengurus DPC, DPAC hingga ranting diharapkan mampu menjalankan tugas dan memperkuat jangkauan PKB hingga ke tengah masyarakat. Pengukuhan pengurus DPC dan DPAC PKB Kabupaten Mojokerto periode 2026-2031 tersebut sekaligus menjadi bagian dari penataan organisasi setelah Musyawarah Cabang (Muscab) PKB se-Indonesia yang digelar di Jakarta pada Juli 2026.
Menariknya, pengukuhan dilakukan di kawasan Candi Brahu. Pemilihan lokasi tersebut disebut bukan tanpa alasan. Ketua Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mojokerto ini menegaskan, PKB Kabupaten Mojokerto ingin membawa semangat kebesaran Majapahit sebagai landasan dalam menatap masa depan Kabupaten Mojokerto.
“Semangat tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Mojokerto yang tertuang dalam RPJMD, yakni Mojokerto Full of Majapahit Greatness. Semangat kebesaran Majapahit tersebut diharapkan tercermin melalui kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, pembangunan yang berkeadilan serta penguatan kualitas sumber daya manusia,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur, Halim Iskandar meminta seluruh pengurus dan kader PKB Kabupaten Mojokerto memperkuat kerja-kerja yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Gus Halim (sapaan akrab, red), juga meminta kader PKB yang berada di eksekutif maupun legislatif mendukung program-program yang menyentuh kepentingan masyarakat.
“Seluruh program NU yang bersentuhan dengan umat, masyarakat wajib hukumnya struktur PKB, kader PKB untuk mendukung kesuksesan program itu. Mulai bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan hingga sosial kemasyarakatan. Pola hubungan NU-PKB adalah sama-sama memiliki semangat perjuangan dan tujuan perjuangan yang titik yang sama hanya melalui jalur yang berbeda,” paparnya.
PKB dan Nahdlatul Ulama (NU) memiliki jalur perjuangan yang berbeda. NU bergerak melalui jalur organisasi sosial keagamaan, sedangkan PKB melalui jalur sosial politik. Namun, menurut dia, keduanya memiliki tujuan yang sama dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat dan umat.
“NU jalur organisasi sosial keagamaan, PKB melalui jalur sosial politik, tapi tujuannya sama. Kepentingan masyarakat, kepentingan agama, kepentingan Ahlussunnah wal Jamaah adalah tujuan akhir,” ujarnya.
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra turut hadir dan memberikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dikukuhkan. Ia berharap amanah yang diterima para pengurus dapat menjadi energi untuk menjalankan tugas organisasi ke depan. Gus Barra (sapaan akrab, red) juga mengapresiasi pemilihan Candi Brahu sebagai lokasi pengukuhan.
Pengukuhan tidak di gedung, tidak di suasana yang resmi, tapi justru memanfaatkan kebudayaan yang ada di Kabupaten Mojokerto dan Candi Brahu. PKB selama ini menjadi mitra kerja Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Kritik dan saran dari partai politik maupun DPRD merupakan bagian dari dinamika pemerintahan untuk mewujudkan Kabupaten Mojokerto yang lebih maju, adil dan makmur.
“Kami ucapkan selamat dan sukses kepada seluruh Pengurus DPC – DPAC, PKB Kabupaten Mojokerto 2026-2031 semoga amanah yang telah didapatkan akan menjadi energi yang kuat untuk kedepannya dan memenangkan PKB dalam konsentasi pada Pemilu pada tahun yang akan mendatang,” ucapnya.
Dalam kegiatan tersebut, Surat Keputusan (SK) kepengurusan dibacakan Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur Thoriqul Haq. Selanjutnya, Halim Iskandar mengukuhkan jajaran pengurus DPC dan DPAC PKB Kabupaten Mojokerto periode 2026-2031. Pengukuhan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur sekaligus Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur M. Musyafak Rouf.
Ketua Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur, Kepala Museum dan Cagar Budaya Jawa Timur, Ketua Dewan Suro PKB Kabupaten Mojokerto, pimpinan partai politik (parpol) Kabupaten Mojokerto, jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mojokerto, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten, para pemuka agama.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mojokerto, organisasi kemasyarakatan, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto serta Forum Komunikasi Pimpinan Kepala Daerah (Forkopimca) Kecamatan Trowulan. Rangkaian pengukuhan juga dimeriahkan penampilan Aftershine, band asal Yogyakarta, sebagai bintang tamu. [tin/ted]
Link informasi : Sumber