Bansos Rp5 Juta Cair, Ning Ita Tegaskan Target Keluar Kemiskinan

0

Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, mendampingi langsung dua orang pelaku usaha mikro penerima bantuan sosial Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI saat berbelanja kebutuhan sarana dan prasarana usaha.

Dua penerima bantuan produktif tersebut adalah Lilik, warga Kelurahan Kauman, serta Supiyah, warga Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon. Keduanya sehari-hari memproduksi jajanan tradisional untuk menopang ekonomi keluarga.

Sosok yang akrab disapa Ning Ita itu menyampaikan apresiasi mendalam atas kegigihan kedua perempuan tersebut dalam memperjuangkan kesejahteraan rumah tangga mereka.

“Beliau berdua ini adalah perempuan-perempuan tangguh, pejuang keluarga,” ungkap Ning Ita pada Jumat (23/10/2026).

Lilik dan Supiyah merupakan bagian dari 116 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Mojokerto yang diusulkan Pemkot Mojokerto untuk menerima kucuran bansos senilai Rp5 juta per penerima manfaat dari Kemensos RI.

Ning Ita menekankan bahwa alokasi bantuan sosial tersebut dirancang bukan sekadar bantuan konsumtif, melainkan instrumen pemberdayaan agar warga berpenghasilan rendah mampu keluar dari garis kemiskinan secara permanen.

“Tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan agar penerima manfaat mampu meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan. Semoga dengan bantuan sosial ini, modal usaha untuk membeli sarana dan prasarana ekonomi mereka bisa meningkat. Kalau ekonominya meningkat, tentu diharapkan bisa keluar dari garis kemiskinan dan lebih sejahtera ke depannya,” tuturnya.

Rasa haru dan syukur tak dapat disembunyikan oleh para penerima manfaat. Lilik mengaku sangat gembira karena ini merupakan kali pertama dirinya tersentuh bantuan modal.

“Senang sekali. Ini pertama kalinya dapat,” ujar Lilik.

Sementara itu, Supiyah menceritakan bahwa bantuan usaha yang didapatkannya merupakan buah kesabaran menanti proses pengajuan melalui pendamping PKH selama dua tahun terakhir.

“Alhamdulillah, akhirnya dapat. Kemarin jarak pengajuannya sekitar dua tahun,” terangnya.

Selain mendampingi membeli peralatan usaha produksi jajanan, Ning Ita turut mengajak keduanya berbelanja bahan pokok seperti gula dan minyak goreng untuk menyokong kebutuhan harian keluarga mereka. [tin/ian]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.