Basarnas Kerahkan Helikopter Cari 8 Orang Korban Speed Boat Hilang Kontak di Selat Sunda
Ringkasan Berita:
- Basarnas mengerahkan Helikopter Dauphin AS365 N3+ HR-3604 untuk mendukung pencarian delapan orang yang masih dalam pencarian di Perairan Selat Sunda.
- Delapan orang tersebut terdiri atas kapten, ABK, guide, dan lima jurnalis yang berada dalam speed boat yang hilang kontak.
- Helikopter membawa tujuh personel untuk mendukung pemantauan udara di wilayah operasi SAR sekitar Selat Sunda dan Gunung Anak Krakatau.
- Basarnas bersama unsur SAR gabungan terus mengoptimalkan berbagai sarana dan metode untuk menemukan seluruh korban.
Banten (beritajatim.com) — Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan Helikopter Dauphin AS365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3604 untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap delapan orang yang masih dalam pencarian setelah sebuah speed boat hilang kontak di Perairan Selat Sunda.
Delapan orang yang masih dicari terdiri atas Warta (55), selaku kapten kapal; Surakman (60), ABK; Heriyanto (49), guide; serta lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan pengerahan helikopter menjadi bagian dari penguatan operasi SAR melalui dukungan udara.
“Helikopter tersebut membawa tujuh orang crew on board, yaitu Letkol Pnb Endrik Setyo Utomo, Kapten Pnb Dimas Aribowo, Serka Deatry Mulianto, Sertu Moch Farhan, Serda Eki P. Ginting, Pratu Ronni Bagus H, dan Prada Brillian Muammar,” kata Al Amrad, Kamis (10/9/2026).
Dukungan udara tersebut digunakan untuk membantu pemantauan wilayah operasi SAR, khususnya kawasan Perairan Selat Sunda dan sekitar Gunung Anak Krakatau. Penggunaan helikopter diharapkan dapat memperluas jangkauan pemantauan dibandingkan pencarian yang hanya mengandalkan unsur permukaan.
Al Amrad mengatakan Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan terus mengoptimalkan berbagai sarana dan metode untuk menemukan delapan orang yang hingga kini masih dalam pencarian.
“Kantor Pencarian dan Pertolongan bersama seluruh unsur SAR Gabungan terus mengoptimalkan berbagai sarana dan metode pencarian guna menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian,” ujarnya.
Pengerahan Helikopter Dauphin AS365 N3+ HR-3604 menjadi salah satu upaya memperkuat pencarian melalui jalur udara. Tim SAR gabungan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang menjadi fokus operasi di sekitar Selat Sunda dan Gunung Anak Krakatau.
Hingga Kamis (10/9/2026), delapan orang yang berada dalam speed boat tersebut masih berstatus dalam pencarian. Basarnas belum menyampaikan informasi mengenai keberadaan maupun kondisi kedelapan orang tersebut. [hen/beq]
Link informasi : Sumber