BTN Dorong Transaksi Digital di Indonesia Coffee Expo 2026 Grand City Mall Surabaya
Surabaya (beritajatim.com) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkuat dukungannya terhadap ekosistem industri kopi nasional melalui digitalisasi transaksi dalam ajang Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026 yang digelar di Convention Hall Grand City Surabaya, Jumat (29/5/2026).
Pameran kopi specialty hasil kolaborasi BTN dan Dyandra Promosindo tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Mei 2026.
Sebanyak 75 brand kopi dan lifestyle dari berbagai daerah di Indonesia turut ambil bagian dalam pameran yang ditargetkan menarik 7.500 pengunjung dengan potensi transaksi mencapai Rp3 miliar.
Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, mengatakan industri kopi saat ini menjadi salah satu sektor yang tumbuh pesat dan memiliki keterkaitan erat dengan gaya hidup generasi muda. Karena itu, BTN melihat peluang besar untuk mendukung perkembangan bisnis di sektor tersebut.
“BTN memfasilitasi para penikmat kopi maupun pengusaha baru agar bisa berkembang. Ini adalah segmen yang sangat menarik bagi BTN,” ujar Setiyo saat pembukaan ICX 2026.
Menurutnya, dukungan BTN tidak hanya diberikan melalui pembiayaan usaha, tetapi juga lewat penguatan sistem transaksi digital yang memudahkan pelaku usaha dan konsumen selama pameran berlangsung.
Seluruh transaksi di ICX 2026 didorong menggunakan sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS pada aplikasi Bale by BTN serta mesin Electronic Data Capture (EDC) BTN yang tersedia di lokasi pameran.
“Untuk pendanaan bisnis kopi kami mendukung melalui perkreditan dan kemudahan pembayaran digital lewat Bale, salah satu platform digital yang kami miliki,” katanya.
Setiyo menegaskan transformasi digital menjadi bagian penting dalam strategi BTN untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Digitalisasi dinilai mampu mempermudah transaksi perdagangan sekaligus membantu pelaku UMKM mengelola usahanya secara lebih efektif.
“BTN bukan hanya bank penyedia kredit perumahan saja. Kami bertransformasi menjadi bank digital dengan platform yang terus dikembangkan untuk memudahkan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Dyandra Promosindo, Rumpoko Hadi, menyebut ICX 2026 menjadi salah satu pameran kopi terbesar yang digelar tahun ini sekaligus menandai kerja sama perdana dengan BTN dalam penyelenggaraan event tersebut.
Menurut Rumpoko, mayoritas peserta pameran berasal dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pelaku industri kopi dari Jawa Timur yang banyak digerakkan oleh generasi muda.
“Pameran ini didominasi pelaku UMKM, khususnya dari Jawa Timur. Sebagian besar merupakan coffee shop dan brand kopi yang digerakkan anak-anak muda, termasuk generasi Z,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep specialty coffee yang diusung dalam ICX 2026 memberikan ruang bagi para pelaku usaha muda untuk menampilkan inovasi serta memperluas jaringan bisnis mereka di industri kopi nasional.
“Ini merupakan pameran specialty coffee yang kebanyakan diisi karya anak-anak muda. Kami ingin memberi ruang bagi mereka untuk berkembang dan memperluas pasar,” kata Rumpoko.
Selain menghadirkan berbagai produk kopi nusantara, ICX 2026 juga menjadi wadah kolaborasi lintas sektor yang mendukung perkembangan industri kopi, mulai dari gaya hidup, teknologi pembayaran digital, hingga peluang distribusi produk ke berbagai wilayah di Indonesia.
Penyelenggara optimistis pameran tersebut tidak hanya menghasilkan transaksi selama acara berlangsung, tetapi juga membuka peluang kemitraan dan distribusi produk yang lebih luas bagi pelaku usaha kopi nasional. Melalui ICX 2026, para pelaku UMKM dan brand lokal diharapkan semakin berkembang serta mampu memanfaatkan peluang di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital. (ted)
Link informasi : Sumber