Buka OLIVIA XI di Unesa, Wamendiktisaintek Sentil Relevansi Lulusan Vokasi

0

Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menyinggung tingginya angka pengangguran berijazah vokasi. Isu ini ia sampaikan saat membuka ajang Olimpiade Vokasi Indonesia (OLIVIA) XI 2026.

Pembukaan olimpiade itu berlangsung di Lapangan Rektorat Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Minggu (2/8/2026) malam. Ajang adu keahlian terapan ini diikuti delegasi kampus vokasi dari seluruh penjuru tanah air.

“Pendidikan vokasi kan banyak jumlahnya, seribu lebih. Satu sisi, pengangguran yang berijazah vokasi juga masih banyak. Tentu ini tidak bisa dibiarkan,” ucap Fauzan.

Ia menilai masalah pengangguran tersebut bermula dari tidak selarasnya kompetensi lulusan kampus dengan kebutuhan nyata lapangan kerja. Perguruan tinggi diminta segera membenahi relevansi program studi masing-masing agar tepat sasaran.

“Perguruan Tinggi Vokasi memiliki tanggung jawab besar untuk bisa merealisasikan relevansi antara program studi dengan dunia usaha dan dunia industri,” tegasnya.

Kementerian dalam waktu dekat juga akan memanggil para pengurus Forum Perguruan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI). Mereka diajak berdiskusi merancang ekosistem pendidikan baru yang lebih terhubung dengan tantangan nyata industri.

“Kita ini jujur, meskipun banyak perguruan tinggi dan bisa bersama, tetapi baru pada tataran permukaan. Belum menjawab persoalan riil di masyarakat,” imbuh Fauzan.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa Martadi mengingatkan kampus agar tidak menjadi menara gading. Institusi pendidikan harus merespons disrupsi teknologi serta transisi energi dengan solusi konkret.

​”Perguruan tinggi tidak boleh gagap, tapi harus terdepan menjadi menara air yang memberikan kehidupan bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ungkap Martadi.

​Menurutnya, pendidikan terapan memiliki keunggulan kedekatan dengan industri. Mahasiswa dituntut mampu menerjemahkan teori akademik menjadi karya yang bisa langsung dihilirisasi menjadi produk nyata.

​”Karya vokasi tidak boleh berhenti pada prototipe di laboratorium. Inovasi yang diciptakan harus ramah lingkungan, efisien secara sumber daya, serta merangkul seluruh kalangan,” tambahnya.

​Sebagai tuan rumah, Unesa juga berkomitmen penuh memfasilitasi ruang bertumbuhnya para mahasiswa terapan tersebut. OLIVIA XI ini diarahkan untuk melahirkan solusi dan tidak berhenti sebagai perayaan belaka.

​”Persaingan ini bukan hanya mencari pemenang, tetapi menjadi wahana untuk menyemai benih inovasi dan kolaborasi talenta muda yang kelak memimpin negeri ini,” pungkasnya.

Rangkaian perlombaan OLIVIA tahun ini dijadwalkan bergulir selama tiga hari hingga Selasa (4/8/2026). Seluruh pertandingan mahasiswa antar-kampus ini dipusatkan langsung di Fakultas Vokasi Unesa. [ipl/suf]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.